TPDI Ungkap Puluhan Dosa KPU Manggarai Barat

Petrus Salestinus, Koordinator TPDI dan Mantan Komisioner KPKPN di Jakarta

Oleh: Petrus Salestinus

TIM PEMBELA DEMOKRASI INDONESIA (TPDI) sangat menyesalkan sikap KPU Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengeluarkan Keputusan Penetapan Calon Bupati Mabar No. : 90/PL.032.3-Kpt/5315/KPU-Kab/IX/2020, tanggal 23 September 2020, atas nama Edistasius Endi, SE., karena telah meremehkan bahkan mengabaikan kebenaran puluhan Surat Bukti autentik, Keterangan 5 orang Saksi dan pengakuan bersalah dan menyesal dari Edistasius Endi, di hadapan Hakim.

Dalam konteks pencalonan Edistasius Endi, maka  puluhan fakta yang tak terbantahkan, bahwa perbuatan “Main Judi”, benar terjadi dan dilakukan secara bersama sama oleh 4 (empat) orang pelaku, termasuk Edistasius Endi, pada tanggal 15 April 2016, masuk dalam kategori perbuatan tercela.

Puluhan Surat Bukti Autentik itu seharusnya menjadi halangan bukan saja bagi KPU Mabar dalam menetapkan Edistasius Endi “Memenuhi Syarat” sebagai Calon Bupati, tetapi juga secara hukum dan moral bagi Edistasius Endi seharusnya tidak usah mendaftarkan diri dalam pencalonan Bupati Mabar Tahun 2020, demi hukum.

LIMA SURAT BUKTI UTAMA

Dalam 4 (empat) Surat Bukti Utama dan Keterangan 5 orang Saksi dibawa Sumpah serta Pengakuan 4 Terdakwa, akan mengungkap anomali KPU Mabar dalam menilai dan mengeluarkan Keputusan Penetapan Calon Bupati Mabar Tahun 2020, yaitu : 

Baca :  Perpanjangan Ijin FPI, Siapa Yang Mau Dikadalin?

1. SKCK Polres Manggarai Barat No. : SKCK/ YANMAS/1198 /VIII/YAN. 2.3/2020/SAT INTELKAM, tanggal 19 Agustus 2020; yang menerangkan bahwa Edistasius Endi, SE pernah melakukan tindakan kriminal yaitu MAIN JUDI sesuai pasal 303 KUHP.

2. Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No. 45/Pid.B/2016/PN.LBJ, tertanggal 10 Agustus 2016, yang memastikan bahwa Sdr. Edistasius Endi, SE dkk. terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah  melakukan tindak pidana “turut serta” “MAIN JUDI”, dstnya.

3. Surat Pernyataan Edistasius Endi, SE. diumumkan melalui Harian Victory News tanggal 4 September 2020, bahwa Edistasius Endi, SE. adalah mantan terpidana berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Labuan Bajo No. 45/Pid.B/2016/ PN.LBJ, tanggal 10 Aguatus 2016, karena terbukti bersalah terlibat melanggar pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP. 

4. Surat Keterangan Rumah Tahanan Negara  Kelas IIB Ruteng No. : W22.EF.PK.01.01-552A, tertanggal 15 Agustus 2020, yang menyatakan : Edistasius Endi, SE pernah dijatuhi Hukuman Pidana Penjara dengan pidana penjara 4 bulan dan 15 hari, telah dinyatakan bebas sejak tanggal 29 September 2016 dengan Surat Lepas No.: W22.PK.01.01.28.09.2016.

Baca :  Herman Hery, Pemimpin Kapitan Perahu

KETERANGAN SAKSI, TERDAKWA DAN BARANG BUKTI LAIN

Keterangan 5 (lima) orang Saksi (Priyo Nusantoro, Ferdiansyah, Ferdinandus Setia Budi, Aventinus Jesman dan Yohanis Asadama) tertera dalam putusan Pengadilan No. 45/Pid.B/2016/PN.LBJ. yang pada intinya menerangkan bahwa Terdakwa Edistasius dkk. tertangkap oleh Polisi pada tanggal 15 April 2016, saat sedang bermain kartu remi dengan taruhan uang (Main Judi); 

Pengakuan para Terdakwa (Oktavianus Andi Bona, Hasiman Tan Timotius, Matheos Siok, Edistasius Endi), secara jujur mengakui bersalah dan menyesal serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan “Main Judi”; dan Barang Bukti yang disita Polisi dari dijadikan barang bukti persidangan perkara Judi berupa 95 lembar Kartu Remi, 20 lembar uang pecahan Rp.50.000,- (bacaputusan Pengadilan No. 45/Pid.B/2016/ PN.LBJ, tanggal 10 Agustus 2016).

PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM

Fakta-fakta hukum dimaksud, telah dielaborasi oleh Majelis Hakim dalam Pertimbangan Hukum putusan perkara No.45/Pid.B/2016/PN.LBJ, tanggal 10 Agustus 2016, bahwa “perjudian atau perbuatan MAIN JUDI yang dilakukan Edistasius Endi dkk. bertentangan dengan agama, kesusilaan dan moral Pancasila, serta membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara”; 

Baca :  Sikap Pemerintah Terhadap FPI Harus Linear Dengan HTI

Majelis Hakim juga dalam Pertimbangan Hukumnya secara tegas menyatakan, tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapus pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan “pembenar” maupun sebagai alasan “pemaaf”, apalagi perbuatan para terdakwa (Edistasius Endi dkk.) sangat meresahkan masyarakat dan bertentangan dengan program pemerintah dalam memberantas “PERJUDIAN”.

Karena itu Majelis Hakim dalam “Amar Putusan” yang dibacakan pada persidangan “terbuka untuk umum” tanggal 10 Agustus 2016, menyatakan bahwa Terdakwa III Edistasius Endi (dkk) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “turut serta main judi di tempat khalayak umum, karenanya menghukum dengan pidana penjara 4 bulan dan 15 hari.

Bagaimana pertanggungjawaban akhir dari seluruh anomali yang terjadi selama proses pendaftaran bakal calon hingga penetapan calon, akan kita lihat seberapa besar dan kuat partisipasi Masyatakat, Pasangan Calon dan Partai Politik dalam mewujudkan pilkada bersih dan bermartabat jauh dari perbuatan tercela dan meresahkan masyarakat.

Penulis adalah Koordinator TPDI & ADVOKAT PERADI di Jakarta