Utang Luar Negeri Swasta Naik 2 Kali Lipat

Jumat 11 Des 2015, 8 : 17 am
by
utang luar negeri
ilustrasi

JAKARTA – Dosen Fakultas Bisnis, Sampoerna University Wahyoe Soedarmono Wahyoe menyebutkan utang luar negeri swasta naik hampir dua kali lipat sejak 2010, menjadi sekitar 168 miliar dolar AS di September 2015.

Akibatnya, risiko nilai tukar karena depresiasi rupiah akan semakin terlihat, khususnya saat the Fed menaikkan suku bunga acuan di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Oleh karena itu, jelasnya, pendalaman pasar modal atau pun pasar obligasi domestik bagi sektor swasta tetap menjadi prioritas untuk memberikan alternatif pembiayaan sektor swasta dari dalam negeri, sehingga sektor swasta tidak terlalu terimbas oleh gejolak nilai tukar.

Selain itu, usaha-usaha mendorong intermediasi dari sektor perbankan melalui relaksasi aturan makroprudensial ataupun mikroprudensial, tetap diperlukan karena ruang ekspansi kredit oleh sektor perbankan akan terbatas seiring penerapan aturan-aturan Basel III mulai 2016.

Selain itu, Wahyoe Soedarmono menambahkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan perlu dilakukan guna mendorong investasi masyarakat ke instumen-instrumen jangka panjang dalam rangka memperkuat sisi pendanaan bagi sektor perbankan.

Perlambatan kredit saat ini, selain dipengaruhi oleh faktor perlambatan permintaan kredit, juga karena efek penawaran akibat pengetatan sumber-sumber pendananan di sisi perbankan.

Pertumbuhan kredit yang baik akan mendorong pemulihan ekonomi di tahun 2016.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga turut menjadi perhatian pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, OJK tahun ini menargetkan peningkatan sebesar dua persen (2%) untuk indeks literasi keuangan.

Pelemahan kondisi keuangan dan ekonomi internasional beberapa waktu belakangan ini serta downside risk terhadap prospek ekonomi jangka pendek memunculkan sejumlah tantangan makroekonomi Indonesia saat ini.

“Tahun 2016 diprediksi akan menjadi momentum perubahan struktural, dimana sektor swasta akan mulai berperan signifikan dalam membangun fondasi ekonomi yang produktif dan mendorong ekspor, dengan memanfaatkan depresiasi rupiah,” paparnya.

 

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Bank Kecil Bisa Picu Dampak Sistemik

JAKARTA – Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono

Adhi Karya Ikut Sukseskan FIBA World Cup 2023 Melalui Pembangunan Indonesia Arena

JAKARTA-PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) turut andil dalam kesuksesan