Volume Perdagangan Saham di BEI Turun Rp 105,90 Triliun

ilustrasi

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2 Januari-13 Agustus 2014 mencapai 735,70 miliar saham, turun sebesar 136,53 miliar saham (-15,65%).

Adapun nilai total transaksi mencapai Rp 894,50 triliun atau turun sebesar Rp 105,90 triliun (-10,59%), dan jumlah frekuensi perdagangan sebanyak 30,65 juta kali atau naik sebanyak 6,62 juta kali (+27,65%).

Pada periode tersebut transaksi asing beli mencapai jumlah total volume sebesar 163,32 miliar saham atau turun sebesar 5,22 miliar saham (-3,09%), dengan nilai total transaksi Rp 389,16 triliun atau turun Rp 30,78 triliun (-7,33%).

Direktorat Komunikasi OJK, Dedi Setiawan mengatakan untuk transaksi asing jual mencapai jumlah total volume sebesar 153,80 miliar saham atau turun sebesar 16,46 miliar saham (-9,67%), dengan nilai total transaksi sebesar Rp 331,58 triliun atau turun sebesar Rp 90,06 triliun (-21,36%).

Baca :  Semester I-2020, ARGO Catatkan Rugi Bersih Senilai USD2,25 Juta

“Pada penutupan perdagangan saham tanggal 13 Agustus 2014, total kapitalisasi pasar saham di BEI adalah sebesar Rp 5.134,30 triliun atau naik sebesar Rp 522,58 triliun (+11,33%),” jelasnya di Jakarta, Kamis (14/8).

Sedangkan untuk perdagangan right, mencapai jumlah total volume 10,57 miliar right atau naik sebesar 603,79 juta right (+6,06%), dengan nilai total transaksi Rp 28,04 miliar atau turun sebesar Rp 1,15 triliun (-97,61%), dan jumlah total frekuensi perdagangan sebanyak 8,793 kali atau naik sebesar 876 kali (+11,06%).

Untuk perdagangan waran periode yang sama, ujarnya jumlah volume perdagangan mencapai 9,20 miliar waran atau turun sebesar 23,39 miliar (-71,78%), dengan nilai total transaksi sebesar Rp 642,73 miliar atau turun sebesar Rp 2,60 triliun (-80,17%), dan jumlah frekuensi transaksi sebanyak 230,330 kali atau turun 259.688 kali (-53,00%).

Baca :  Total Outstanding Restrukturisasi Kredit Perbankan di Solo Rp13,24 Triliun

Pada perdagangan ETF, jumlah volume perdagangan mencapai 5,82 juta ETF atau turun sebesar 59,23 juta ETF (-91,05%), dengan nilai total transaksi sebesar Rp 3,35 miliar atau turun sebesar Rp 8,60 miliar (-71,97%), dan jumlah frekuensi transaksi sebanyak 20,830 kali atau naik sebesar 17.919 kali (+615,56%).

Menurutnya, pada perdagangan Efek Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau dikenal dengan RealEstate Investment Trusts (REITs), jumlah volume perdagangan mencapai 96,15 juta Efek DIRE, dengan nilai total transaksi sebesar Rp. 9,61 miliar dan jumlah frekuensi transaksi sebanyak 137 kali.

“Terkait dengan pelaporan transaksi obligasi melalui sistem Penerima Laporan Transaksi Efek (PLTE), total volume pelaporan periode 2 Januari sampai dengan 13 Agustus 2014 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu adalah sebagai berikut; untuk Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 1.618.003,70 (miliar Rp) atau naik sebesar Rp 501.207,28 miliar (+44,88%) dengan rata-rata volume pelaporan harian sebesar 11.082,07 (miliar Rp) atau naik sebesar Rp 3.636,75 miliar (+48,85%),” imbuhnya.

Baca :  Lahir Lagi Produk Baru Pasar Modal

Sukuk Negara Ritel dengan total volume pelaporan sebesar 93.182,30 (miliar Rp) atau turun sebesar Rp 2.364,52 miliar (-2,60%) dengan rata-rata volume pelaporan harian sebesar 638,15 (miliar Rp) atau turun sebesar Rp 1.243,60 miliar (-205,40%).

Obligasi Negara Ritel dengan total volume pelaporan sebesar 63.114,84 (miliar Rp) atau naik sebesar Rp 10.560,53 miliar (+20,09%) dengan rata-rata volume pelaporan harian sebesar 432,29 (miliar Rp) atau naik sebesar Rp 81,93 miliar (+23,38%).

Serta Surat Berharga Negara (SBN) USD dengan total volume pelaporan sebesar 9,81 (JutaUSD) dengan rata-rata volume pelaporan harian sebesar 0,07(Juta USD).