Warga Dorong Pemkot Tindak Prostitusi Terselubung Berbalut Karaoke

BEKASI-Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Bekasi diduga menjalankan praktik prostitusi terselubung berkedok tempat karaoke.

Sejumlah tempat karaoke yang diduga menjajakan surga duniawi bagi para lelaki hidung belang yakni, Syahrini Karaoke, Grand Surya Karaoke, Dolphine Karaoke, dan beberapa lokasi karaoke lain yang tersebar di Kota Bekasi.

Hal tersebut berdasarkan pengakuan para Pekerja Seks Komersil (PSK) yang mengatakan bahwa tempat karaoke menjadi salah satu sarana yang mumpuni untuk melakukan transaksi bisnis terlarang alias esek-esek.

Nyatanya, tidak sedikit pemandu lagu yang juga menawarkan layanan lain di dalam ruangan karaoke.

“Iya kalau di karaoke kan tidak terlalu terlihat. Di dalam room kita buat kesepakatan. Nanti eksekusinya bisa di dalam room langsung (Kamar mandi) atau di luar tempat karaoke. Pergi ke hotel, apartemen atau kosan”, ujar wanita pemandu lagu di salah satu karaoke di Kota Bekasi.

Bahkan menurut dia pada era teknologi internet yang berkemang pesat, sejumlah aplikasi menjadi pendukung untuk menjajakan diri kepada para lelaki hidung belang. Lewat jejaring sosial, para pemandu lagu bisa menjajakan diri untuk memberi kenikmatan kepada para pelanggannya.

“Apalagi sekarang teknologi serba canggih. Kita bisa nawarin lewat aplikasi seperti MeChat, WeChat, Twiter, Instagram, dan banyak aplikasi lainnya. Tinggal ditawarin aja maunya jenis layanan apa, tergantung harga yang disepakati”, sambungnya.

Seperti diketahui, di Kota Bekasi sendiri tidak dipungkiri dalam kurun waktu lima tahun terakhir banyak berdiri THM berjenis karaoke. Biasanya, tempat karakoke yang dimaksud ramai sambangi para lelaki hidung belang pada malam hari.

Terlihat dari aktifitas yang terjadi, beberapa wanita pemandu lagu berpakaian seksi acap kali keluar masuk ke lokasi tersebut.

Untuk tarif pemandu lagu di tempat karakoke bervariatif, rata-rata perjam dikenakan biaya Rp 100 ribu lebih. Biasanya, para pengunjung akan ditunjukan foto beberapa pemandu lagu yang bisa menemani atau para dengan dikonteskan langsung di hadapan para pengunjung karaoke.

Dari investigasi ke lokasi, rata-rata pemandu lagu berusia muda yakni di bawah 25 tahun.

Terpisah, Ketua Paguyuban Warga Bekasi, Suroto menyayangkan kegiatan bisnis prostitusi terselubung yang terjadi di Kota Bekasi.

Ia menilai, dari aktifitas bisnis THM yang diduga menjalankan praktik prostitusi terselubung tersebut, seharusnya Pemerintah Kota Bekasi sebagai penegak aturan dan hukum bisa melakukan evaluasi.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi, kuat dugaan bahwa THM di Kota Bekasi banyak melakukan pelanggaran baik dari peraturan daerah maupun norma-norma kemasyarakatan. Diharapkan, pemerintah terkait dapat segera menertibkan THM di Kota Bekasi supaya tidak mencoreng visi misi sebagai kota yang ikhsan”, singkatnya. (Ton)