Warga Pedalaman Papua Rasakan Harga Terjangkau Berkat Jembatan Udara

Bandar Udara Oksibil

JAKARTA-Program Jembatan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat dirasakan oleh masyarakat di pedalaman Papua Kalimantan dan Sulawesi , khususnya daerah-daerah yang secara geografis memang tidak dimungkinkan dijangkau oleh moda lain selain transportasi udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara , Polana B, Pramesti mengatakan bahwa Jaringan rute perintis Tahun 2019 adalah 190 rute penumpang, 39 rute kargo dari 19 koordinator wilayah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan khususnya untuk Papua dan Papua Barat memiliki 120 rute perintis.

“Tahun 2019 ini, rute angkutan udara perintis penumpang dan angkutan udara perintis kargo yang dikenal dengan jembatan udara terbesar dilayani didaerah Papua dan Papua Barat dengan harapan dapat mendukung penurunan disparitas harga pada daerah terpencil yang tidak dapat dilayani oleh moda lain,” jelas Polana di Jakarta.

Baca :  Mentan Syahrul Dorong Akselerasi Gerakan Tiga Kali Ekspor

Senada dengan Polona, warga Pegunungan Bintang, Papua , Yohanes F Kayarmabin yang menjabat sebagai Direktur Gudang Penyimpanan Kargo Bersubdisi di Bandara Oksibil itu mengaku gembira lantaran menurunnya harga-harga barang di wilayahnya.

“Turunnya bisa sampai dengan 50%, bahkan 70% untuk komoditi tertentu dan , warga girang bukan kepalang, luar biasa, Program Subsidi Kargo ini sangat membantu kami. Beras ukuran 25 kilogram yang semula harganya Rp 800 ribu rupiah kini bisa didapat dengan harga Rp 500 ribu. Begitu pun kebutuhan pokok lain seperti minyak, garam, gula, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, kopi, mie instan, sampai ikan sarden, sabun mandi, dan pampers,” papar Yohanes

Itu semua terjadi berkat program jembatan udara yang diperintahkan Presiden Jokowi melalui Kementerian Perhubungan. Lewat program ini, kebutuhan pokok dari Tanah Merah ke Oksibil diangkut dengan biaya ditanggung negara.

Baca :  Pemerintah Pertegas Mudahnya Berinvestasi

Pegunungan Bintang atau Pegubin, misalnya. Kabupaten berpenduduk hampir 90 ribu jiwa ini 90 persen wilayahnya terletak di dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian antara 400 sampai dengan 4.000 meter di atas permukaan laut.

Pegubin menjadi salah satu kabupaten di Papua yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini. Kabupaten pemekaran dari Jayawijaya itu memiliki luas wilayah 14.655,36 km² yang terbagi menjadi 34 distrik -wilayah setingkat kecamatan- dengan Oksibil sebagai ibu kotanya.

Yohanes berharap, penerbangan yang membawa kargo bersubsidi bisa lebih ditingkatkan. “Pertama, harus dipastikan penerbangan yang setiap hari antara 3-5 kali berjalan lancar dan konsisten. Berikutnya, kami berharap frekuensi penerbangan itu bisa ditambah lagi,” paparnya.

Baca :  Perlu Percepatan Proyek Tol Palu-Parigi