Webinar UAJY: Pemimpin Harus Mampu Menguatkan Power Para Follower

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FIIP) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkolaborasi dengan Maestro Consulting Coaching Communicating menggelar Diskusi webinar bertajuk “Opportunity in Adversity: Leadership, Change and Strategic Management” melalui zoom dan youtube live streaming pada Kamis 25 Juni 2020.

YOGYAKARTA- Co-Founder Maestro Consulting Coaching Communicating, Drs Handoko Wignjowargo, SE., MBA mengatakan pemimpin harus menjadi motor terhadap perubahan karena adanya krisis, termasuk krisis yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19.

Karena itu, pentingnya melakukan mapping dan penguatan power dalam kepemimpinan.

“Pemimpin harus mampu menguatkan power para follower untuk melakukan speak up demi kepentingan perbaikan institusi,” tegas Handoko saat Webinar yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, berkolaborasi dengan Maestro Consulting Coaching Communicating.

Diskusi webinar bertajuk “Opportunity in Adversity: Leadership, Change and Strategic Management” melalui zoom dan youtube live streaming pada Kamis 25 Juni 2020.

Baca :  Belum Diatur PP 23/2020, Bunga Dana Talangan Dipertanyakan

Selain Drs Handoko Wignjowargo, SE., MBA, diskusi ini menghadirkan narasumber lain yaitu D Dekan FBE UAJY, Drs Budi Suprapto, MBA., PhD dengan dimoderatori oleh Ike Devi S., M.Si dosen FISIP UAJY.
Diskusi dibuka oleh Rektor UAJY – Prof. Ir. Yoyong Arfiadi., M.Eng., Ph.D, dan ditutup oleh Dekan FISIP UAJY FX Bambang Kusumo Prihandono, MA.

Diskusi ini mengajak untuk mengolah bacaan tentang perubahan, baik saat situasi new normal seperti saat ini atau bahkan ke depan saat post new normal, yang kelak dapat menuntun institusi menjadi makin inovatif dan bertumbuh dalam melewati krisis.

Pada dasarnya keinovatifan dapat terjadi manakala terdapat kepemimpinan yang mampu memandu dalam menelisik bacaan-bacaan perubahan menjadi aksi strategis maupun keputusan jitu.

Baca :  BI Terbitkan Ketentuan Tindak Lanjut Kebijakan Hadapi Pandemi COVID-19

Sedangkan Budi Suprapto menekankan pada upaya recovery yang menjadi landasan untuk merencanakan pertumbuhan.

Budi juga mencontohkan implementasi yang adaptif di Yogyakarta dengan mengedepankan kearifan lokal yang mengangkat tagline “wajar anyar”.

“Pemimpin di masa krisis Pandemi harus mampu beradaptasi dan mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” tegas Budi Suprapto.

Lingkungan mikro dan makro dalam kondisi krisis sering berubah dengan dinamis.

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 400an peserta pengusaha, korporasi, kementerian, akademisi dan NGO dari seluruh Indonesia.

Antusiasme partisipan ditunjukkan dengan jumlah peserta yang stabil sejak awal hingga akhir acara, serta dinamika dalam diskusi.

Bahkan ketika acara telah berakhir, penyelenggara diskusi tetap membuka ruang untuk diskusi dalam sesi “after session”.

Baca :  Pemerintah Akan Tempatkan Dana di Bank Peserta Untuk Dukung Likuiditas Perbankan

Pada sesi itu suasana lebih santai dan para partisipan dapat saling bertegur sapa.

Penyelenggara maupun partisipan berharap diskusi ini melahirkan ide-ide yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.