JAKARTA-PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang dikenal dengan brand Surge menyampaikan bahwa perseroan melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave) melaksanakan pembangunan jaringan serat optik di seluruh jalur kereta api Pulau Jawa.
Menurut CEO WIFI, Hermansjah Haryono dalam keterangan pers Surge di Jakarta, Rabu (29/9), pembangunan jaringan serat optik di sepanjang jalur kereta api menjadi alternatif yang menjanjikan, karena metode ini diklaim lebih superior daripada membangun serat optik di sepanjang jalan raya.
“Keunggulan pemasangan serat optik pada sepanjang rel kereta di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) cenderung lebih cepat pengerjaannya, lebih aman dan lebih minim gangguan dibandingkan dengan pemasangan serat optik pada umumnya,” ujar Hermansjah.
Berdasarkan survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet meningkat dari 55 persen di 2019 menjadi 73,7 persen terhadap jumlah populasi pada 2020.
Bahkan, diperkirakan masih terus meningkat, seiring dengan masa pemulihan pandemi Covid-19.
Sehingga, sejauh ini seluruh penyedia layanan komunikasi data, khususnya penyedia layanan internet, berupaya untuk menghadirkan koneksi internet yang bisa diandalkan.
Pembangunan jaringan serat optik sebagai backbone komunikasi data menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan dalam menciptakan layanan terbaik pada sisi konektivitas.
Lebih lanjut Hermansjah mengatakan, keamanan jaringan menjadi fokus utama Surge, maka pemasangan serat optik di sepanjang rel kereta api memiliki risiko gangguan yang sangat minim.
“Hal ini menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam menghadirkan konektivitas dengan kecepatan tinggi dan reliable,” ucapnya.
Dia menyampaikan, perkiraan terbaru dari data Bank Dunia menyebutkan bahwa total pelanggan fixed broadband di Indonesia sebanyak 9,7 juta yang setara dengan 4 persen dari total populasi atau sebanyak 16 persen rumah tangga.
Sehingga, Indonesia tertinggal oleh Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam untuk tingkat penetrasi fixed broadband maupun mobile broadband berkecepatan tinggi (4G/LTE).
Sementara itu, kata dia, data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), saat ini jaringan kabel serat optik hanya melewati 36,03 persen desa dan sebesar 63,02 persen kecamatan di Indonesia.
Jaringan Serat Optik
Hermansjah menyatakan, sejauh ini sebagian besar pembangunan jaringan serat optik dilakukan di jalan provinsi maupun jalan kota/kabupaten.
“Karena dibangun di tempat terbuka dan umum, maka risiko gangguan pada jaringan sering terjadi, sehingga menyulitkan aktivitas daring yang saat ini semakin marak sejak awal masa pandemi,” imbuhnya.












