WIKA Serius Dorong Anak Usaha IPO

Thursday 17 Dec 2015, 1 : 34 am
by
ILustrasi

JAKARTA – Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (Persero) serius mendorong anak usahanya untuk melakukan penawaran perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 2016 nanti.

Sejauh ini, dari enam anak usaha ada dua perusahaan anak yang berminat melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kedua anak usaha itu adalah, PT WIKA Realty dan PT WIKA Gedung.

“Untuk IPO dua-duanya kami dorong untuk melepas sahamnya ke publik. Tapi kami sedang mencermati. Sepertinya tahun depan, WIKA Realty lebih diprioritaskan,” tutur Sekretaris Perusahaan WIKA, Suradi di Jakarta, Rabu (16/12).

WIKA sendiri memiliki enam anak usaha yang masing-masing memiliki proyek-proyek konstruksi yang lumayan berbobot.

Selain dua anak usaha itu, empat lainnya adalah, PT WIKA Beton, PT WIKA Industri & Konstruksi, PT WIKA Rekayasa Konstruksi, dan PT WIKA Bitumen.

Menurut dia, saat ini perseroan tengah menunggu pihak konsultan independen untuk menganalisis anak usaha mana yang paling pitensial untuk IPO.

Pasalnya, antara dua anak usaha itu memiliki karakterisyik yang hampir serupa.

Dua-duanya bergerak di bidang properti.

Untuk WIKA Gedung sendiri, kata dia, fokusnya lebih buat menunjang proyek-proyek investasi realty dan properti.

“Sementara WIKA Realty sendiri memang fokusnya ya di situ (properti). Makanya kami sedang melihat dan sama-sama menyonsong pasar,” papar Suradi.

Awalnya, isu yang beredar itu WIKA Gedung yang lebih prospektif untuk di-IPO.

Sebabnya, jika WIKA Gedung IPO dianggap lebih menguntungkan dan berkontribusi pada peningkatan laba.

Hal itu dipengaruhi oleh salah satu perusahaan yang dipisahkan dari induk usaha akan digabung ke WIKA Gedung sehingga lebih menjanjikan.

“Akan tetapi di lain sisi kami juga mempunyai kerja sama dengan mitra-mitra BUMN untuk masalah lahan, sehingga (IPO WIKA Realty) bisa lebih duluan,” tandasnya.

Untuk targetnya sendiri, kemungkinan besar, anak usaha WIKA itu akan dilepas ke publik pada semester-II 2016.

“Targetnya di semester dua lah (2016). Sambil kami juga menunggu terkait pengajuan PMN (penyertaan modal negara) lagi,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Penjualan Tertekan, Laba Sido Muncul Turun 18,58% per September 2023

JAKARTA-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau
IHSG

Awal Pekan, HSG Berpotensi Sideways Seiring Bursa Global dan Regional

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada