Pasar Masih Mencermati Kebijakan BBM

Selasa 4 Nov 2014, 8 : 29 am
by

JAKARTA-Bergerak mixed, S&P kemarin ditutup flat. Investor tampaknya menunggu katalis yang cukup kuat karena S&P saat ini diperdagang pada level tertinggi dalam sejarah. EIDO melemah 0.8% merespon pelemahan IHSG. Nikel ditutup melemah tipis 0.2% sedangkan Timah naik 0.5%. Minyak turun 1.3% setelah Arab Saudi menurunkan harga minyak yang dijual ke AS. Harga CPO naik 1.3%, melanjutkan kenaikan dalam 5 hari berturut-turut seiring kenaikan harga Soybean dan kenaikan mandatory Biodiesel dari Malaysia. Harga Batubara New Castle flat dibandingkan minggu lalu pada US$63/ton.

Analis valas PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih mengatakan bursa Asia mixed pagi ini. Nikkei yang kembali dibuka menguat 3.3% akibat sentimen stimulus. Sementara itu Kospi bergerak flat mengikuti S&P. Dari dalam negri, JK menyatakan harga BBM akan naik bulan ini. “Sebagai tambahan, Menkeu menyatakan harga BBM bensin akan dinaikkan mendekati harga keekonomian yang saat ini berada sedikit di atas Rp9,000 (dengan oil price US$80/barrel),” ujarnya seperti dikutip dari laman samuel.co.id Jakarta, Selasa (4/11).

Menurutnya, pasar tampaknya mengharapkan kenaikan di Rp2,000-3,000. “Kenaikan yang terlalu rendah kami perkirakan akan direspon negatif oleh pasar karena alokasi bantuan sosial berasal dari pengurangan subsidi BBM. Rupiah melemah 0.2% pagi ini,” pungkasnya.

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Kemendikbudristek Ajak Orangtua Cegah Kasus Kekerasan Fisik dan Seksual

JAKARTA – Kasus kekerasan fisik dan kekerasan seksual pada anak

Indonesia Penguasa Ekspor Udang Terbesar di AS

JAKARTA-Indonesia mencetak rekor sebagai “penguasa” ekspor udang ke Amerika Serikat