Bank Nasional Bakalan Tergerus Bank Asing

34

JAKARTA- Perbankan nasional harus memperkuat struktur permodalan dan asetnya untuk memenangkan kompetisi industri perbankan paska pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Pasalnya, pada saat implementasi MEA, Indonesia akan kebanjiran bank-bank asing yang masuk dan bisa berdampak kepada hilangnya perbankan yang struktur modalnya rendah. “Kita akan menghadapi MEA 2015 untuk sektor riil, dan finance pada 2020. Dalam hal ini, isu permodalan sangat berarti”, kata Chief Economist Bank BNI Ryan Kiryanto, dalam Seminar ISEI tentang Kebijakan Multiple-License: Tantangan terhadap Perbankan Indonesia, di Hotel Kempinsky, Jakarta, Kamis, (7/2).
Menurut Ryan, permodalan yang ada distruktur perbakan menjadi penting diperhatikan. Sebab, permodalan menjadi faktor yang menentukan bagi  perbankan agar bisa bertahan dalam suatu krisis. Selain itu, modal yang kuat juga menjadikan bank mampu berkompetisi ketika memasuki masa MEA 2015. Karena itu, jika permodalan ini tidak diperhatikan maka bisa berdampak kepada tergesernya perbankan nasional oleh bank asing. “Kalau sampai bank-bank tidak punya modal yang kuat dan malah pas-pasan, maka banjir bank-bank Singapura bisa melibas bank kita, walau Bank Indonesia mengantisipasinya dengan beberapa regulasi.”, jelas Ryan.
Untuk itu, Ryan berharap agar perbankan nasional sekarang ini perlu mencermati untuk meningkatkan dan memperkuat struktur permodalan bank. Apalagi pertengahan tahun ini Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan multiple license. Artinya, permodalan memang menjadi fokus utama untuk suatu bank survive dalam menjalankan aktivitas ekonomi. “Jadi, harusnya sudah ada visi yang jauh kedepan. Modal itu hal utama, termasuk mengatasi kebijakan multiple license. Perbankan harus pandai-pandai untuk membuka cabang dengan adanya kebijakan ini. Tapi, masih ada waktu sebelum kebijakan itu diimplementasikan. Waktu yang ada bisa digunakan untuk mengkaji RBB,” ungkap dia.
Sementara itu, pengamat perbankan Paul Sutaryono mengaku kompetisi perbankan saat pemberlakukan MEA sangat ketat.  Karena itu, perbankan nasional harus memperkuat struktur permodalannya agar tidak digilas perbankan asing. “Mau tak mau bank nasional wajib mengerek modal dan aset. Tanpa itu bank nasional tidak akan mampu bersaing. Bank nasional bakalan tergerus asing,” kata dia.
Dia menambahkan,  penambahan modal ini juga sebagai langkah strategis untuk  menyikapi aturan BI tentang izin berjenjang. “Selain itu, bank nasional juga harus meningkatkan penerapan GCG n manajemen risiko,” kata dia.