Belanda Bantu Indonesia Atasi Banjir

25

JAKARTA-Belanda dan Indonesia telah bekerjasama mewujudkan pengamanan banjir untuk DKI Jakarta dan Wilayah sekitarnya (Jabodetabek) terkait dengan risiko bencana banjir yang sangat mendesak. Pengetahuan dan pengalaman dari program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (National Capital Integrated Coastal Development (NCICD ) yang sedang berlangsung saat ini digunakan untuk mencapai tujuan ini. “Di program NCICD ini, rencana perlindungan yang menyeluruh sedang dikembangkan dan diterapkan dimana pengamanan banjir dan kualitas hidup dikombinasikan dengan peluang dan kesempatan di bidang ekonomi untuk Jakarta. Inovasi seperti Membangun dengan Alam, bisa membantu mempercepat perwujudan dari perlindungan banjir untuk wilayah ini,” ujar Sektor Air Belanda selama kunjungan di Jakarta yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mark Rutte, Menteri Lilianne Ploumen (Perdagangan dan Kerjasama Pembangunan Internasional) dan Menteri Sharon Dijksma (Pertanian) di Jakarta, Kamis (21/11).

Ketua dari Tim Inti Promosi dan Ekspor dari Sektor Air Utama Belanda Bertrand van Ee, mengatakan kedatangan tim Belanda ini untuk membawa kerjasama dengan Jakarta ke fase baru. Sebab DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya (Jabodetabek) tidak hanya sedang menghadapi satu tantangan rekayasa teknik terbesar di dunia, tetapi juga sedang mengalami perubahan besar di bidang ekonomi dan sosial. Ini adalah kepentingan strategis nasional untuk mengembangkan solusi yang cepat dan aman untuk daerah ini. “Pendekatan terpadu terhadap permasalahan dalam memberikan perspektif baru untuk Jakarta dan seluruh Indonesia,” kata dia.

Sesuai permintaan oleh Pemerintah Belanda, jelas dia, Tenaga ahli dari Belanda dan Indonesia bekerja bersama dalam program NCICD mengembangkan rencana-rencana yang akan menyediakan penguatan terhadap pengamanan di wilayah pesisir, menghentikan penurunan tanah dan meningkatkan kualitas air serta wilayah tempat tinggal yang nyaman. Untuk rencana tujuan pembangunan jangka panjang, NCICD juga menyediakan  “Tanggul Laut Terluar” di Teluk Jakarta untuk melindungi kota dari ancaman banjir dan penurunan tanah.

Sedangkan untuk tujuan pembiayaan, Tanggul laut ini akan dikombinasikan dengan reklamasi lahan dalam skala besar. Pembangunan tanggul ini akan mengikuti struktur garis pantai saat ini dan bentuk yang paling sesuai untuk tanggul ini adalah berbentuk garis cekung. Hal ini telah dituangkan didalam desain gambar pertama yang mengambil bentuk dari simbol nasional Indonesia yaitu: “Burung Garuda”, sesuai dengan. Rencana ambisius ini akan melindungi Jakarta dari air dan merevitalisasi kota. Reklamasi lahan akan memberikan ruang lebih untuk pengembangan pusat kota baru yang akan dipenuhi dengan perumahan dan perkantoran. Rencana juga ini termasuk menyediakan rencana jalan yang terhubung dengan kota, menyediakan akses mobilitas yang lebih lancar dan juga peluang untuk pengembangan Pantai Utara Jakarta di masa depan. Tetapi prioritas utama tetap pada rencana untuk menutup Teluk Jakarta, menghentikan pengambilan air tanah secara berlebihan dan meningkatkan kualitas dari air drainase kota.

Selama lebih dari 40 tahun, Sektor Air Belanda dan Indonesia telah bekerja bersama-sama untuk melindungi Jakarta dari ancaman bencana banjir. Sebuah langkah penting telah diambil dengan tidak hanya menyediakan solusi dari sudut pandang air tetapi juga untuk dikombinasikan dengan aspek sosial dan ekonomi menjadi satu pendekatan yang terpadu.