DBS Patok Pertumbuhan Bisnis Hingga 30 Persen

56

JAKARTA – PT Bank DBS Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis perbankan konsumer (consumer banking) sekitar 30 persen pada 2013. Keyakinan perusahaan atas target pertumbuhan bisnis tersebut tidak terlepas dari perkiraan DBS bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan ditopang oleh sektor konsumsi dan jumlah kelas menengah yang akan terus meningkat..”Kami menilai tahun 2012 ekonominya baik dan di 2013 fundamentalnya akan terus membaik, ditambah lagi kondisi perekonomian dunia yang akan membaik. Dengan begitu, kami confidence sekali dengan pertumbuhan bisnis mencapai 30 persen di 2013,” kata Head of Consumer Banking DBS Indonesia, Steffano Ridwan di Jakarta, Selasa (12/2).

Menurut dia, pertumbuhan  ekonomi Indonesia di 2013 akan lebih kuat dibandingkan dengan setahun sebelumnya.  Sektor konsumsi masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. “Kondisi ini tentunya yang menjadi sumber kekuatan bagi sektor konsumer,” ucap dia.

Dia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global pada 2013 cukup baik, terutama ditopang oleh pulihnya ekonomi Amerika Serikat (AS). Membaiknya kondisi ekonomi ini diharapkan menjadi pendorong bisnis consumer Banking. “Bisnis consumer banking tersebut didukung treasury, wealth management, bankassurance, deposito dan tabungan. “consumer banking diharapkan tumbuh,” harap dia.

Steffano memperkirakan, baik deposito dan dana pihak ketiga (DPK) masih akan memberikan kontribusi yang seimbang terhadap pertumbuhan bisnis DBS di 2013. “Kami memperkirakan DPK ditahun ini akan tumbuh berkisar 20-30 persen. Paling banyak DPK ini berasal dari korporasi,” ujar Steffano.
Dia  mengatakan, saat ini DBS Indonesia sudah memiliki 38 kantor cabang yang tersebar di 11 kota utama di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bamdung, Semarang, Yogyakarta, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Pontianak dan Samarinda. “Soal penambahan cabang di tahun ini, kami bisa mengumumkannya di pertengahan 2013,” jelas dia.
Mengenai penawaran produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10, kata Steffano, pihaknya meyakini akan mampu menjual hingga 100 miliar rupiah hingga akhir 2013. Dia menambahkan, sejak 2008 hingga akhir 2012 DBS telah memasarkan produk reksa dana Danareksa dengan total assets under management (AUM) mencapai 145 miliar rupiah.
Steffano menjelaskan, reksa dana merupakan salah satu produk favorit bagi nasabah DBS, terbukti dari pertumbuhan di beberapa waktu terakhir. “Danareksa adalah salah satu mitra jangka panjang kami. Produk Reksa Dana Mawar Konsumer 10 ini juga akan semakin melengkapi ragam produk yang kami tawarkan,”  ucap Steffano.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Danareksa, Zulfa Hendri mengatakan, sebelumnya Danareksa telah bekerja sama dengan Commonwealth Bank Indonesia dalam mendistribusikan reksa dana Mawar Konsumer 10. “Salah satu sektor yang memang berpeluang tumbuh tinggi adalah sektor konsumer, karena perekonomian Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik dan pertumbuhan kelas menengah yang tinggi. Kami yakin kerjasama dengan DBS akan memberikan return yang optimal,”  tegas dia.

Zulfa menjelaskan, pengelolaan portofolio reksa dana tersebut dilakukan dengan menganalisis setiap emiten di sektor konsumer melalui sejumlah variabel fundamental selama 15 tahun terakhir. Dengan demikian, lanjut dia, diyakini pihaknya akan mendapatkan hasil akurat terkait pengaruh dari setiap variabel atas tingkat imbal hasil. “Strategi ini mampu membuktikan bahwa di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif, Reksa Dana Mawar Konsumer 10 tetap memberikan return,” ucap dia.

Sejak diluncurkan pada 16 Februari 2011, menurut Zulfa, dana kelolaan produk ini sudah mencapai 973 miliar rupiah. “Performance-nya di 2012 juga cemerlang. Berhasil membukukan kinerja sebesar 21,93 persen nett,” pungkas dia.