Fahri Salahkan Jokowi Bukan Polisi

27
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Aparat penegak hukum sampai saat ini belum juga memproses secara serius kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan malah banyak membuat pernyaaan kontroversial.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyesalkan sikap polisi tersebut karena semua itu memberikan signal dan membuat masyarakat menjadi antipati. “Coba saja lihat pernyataan polisi soal pernyataan Ahok. Pertama Polisi mengatakan bahwa apa yang dikatakan Ahok salah dalam agama tapi dalam negara tidak. Proses hukum Ahok menunggu Pilkada, menunggu izin presiden. Ahok tidak bermaksud demikian, polisi yang tidak berani menembak demonstran yang rusuh disuruh menggunakan rok dan lain sebagainya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Namun demikian Fahri tidak mau menyalahkan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang kini oleh masyarakat terlihat justru terlihat sangat tidak sesuai dengan gambaran masyarakat soal Tito yang merupakan seorang jenderal termuda, pintar dan memiliki segudang prestasi. Sikap polisi yang tidak masuk akal ini tegasnya disebabkan oleh Jokowi. “Ini saya salahkan ke Jokowi, seharusnya Jokowi itu cukup bilang saya tidak melindungi Ahok. Saya tidak mendukung minta kepolisian proses secepatnya dan seadil-adilnya. Kalau Jokowi diam kan Ahok kesannya menyandera presiden dan semua lembaga dibawahnya.Polisi pun jadi mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak logis,” tegasnya.

Presiden tambah Fahri terlihat memilki beban sehingga aparat hukum juga menjadi terbebani dan terlihat gagap dalam menangani kasus penistaan Al Quran ini.Masyarakat pun melihat ada agenda tersebunyi Jokowi terkait Ahok yang dititipkan dan menjadi beban polisi. ”Bukan kali ini saja aparat hukum terkait Ahok. Sebelumnya KPK dalam menangani kasus Sumber Waras dan Reklasami yang melibatkan Ahok juga gagap. Ini semua karena presidennya diam saja sehingga terlihat ada agenda tersembunyi,” tandasnya. **