GO-JEK Indonesia Ekspansi Bisnis ke Thailand

22

BANGKOK-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyatakan kebanggaan dan apresiasi atas pencapaian ekspansi GO-JEK ke sejumlah negara.

“Saya atas nama pemerintah itu bangga, bahwa ada perusahaan Indonesia yang menjadi multinational company (MNC). Ada di Vietnam, ada di Thailand, ada di Singapura, mungkin segera negara-negara lain di ASEAN,” ungkapnya saat menghadiri langsung Peluncuran resmi GO-JEK di di Bangkok, Thailand, Rabu (27/02).

Apresiasi diberikan oleh Menteri Kominfo karena GO-JEK mampu menjadi multinational company dengan merambah pasar Asia Tenggara.

“Di Indonesia banyak ada perusahaan besar tapi boleh dikatakan hampir tidak ada yang menjadi MNC, multinational company. Mereka jago kandang semua,” kata Rudiantara.

Menurut Rudiantara, ekspansi GO-JEK menunjukkan perusahaan Indonesia telah semakin dipercaya di level regional dan internasional. Dan keberhasilan GO-JEK tidak lepas dari model bisnis yang tidak konvensional serta tidak berbasis aset. “Model bisnis ini lebih memudahkan perusahaan seperti GO-JEK untuk melakukan “leapfrog”,” ungkapnya.

Di Thailand, GO-JEK menggunakan nama GET, hasil kolaborasi dengan mitra lokal. Di Bangkok, layanan yang ditawarkan GET tidak hanya terkait layanan transportasi roda dua, GET Win, tetapi juga layanan kiriman barang GET Delivery dan layanan antar makanan atau GET Food.

Menteri Kominfo mengharapkan kolaborasi GO-JEK dan GET di Thailand dapat dilakukan di negara-negara ASEAN lainnya. “Ini kita lebih baik saling membuka di antara kita negara-negara ASEAN. Kalau kita tidak mulai, maka ada yang lain masuk ke ASEAN,” jelasnya.

Founder dan CEO Grup GO-JEK, Nadiem Makarim mengatakan pihaknya memilih Thailand karena negara ini memiliki beberapa kesamaan dengan Indonesia, seperti dalam hal passion atas makanan.

“Kami juga telah menemukan tim yang bagus di Thailand. Mereka memiliki pengalaman yang baik di industri ini,” ujarnya.

Setelah fase beta dimulai pada Desember 2018 di 3 distrik, GET telah memperluas jangkauan layanan hingga menjangkau 80% atau 41 distrik di Bangkok dan memperkenalkan layanan pesan-antar makanan Get-Food.

Co-Founder dan Chief Executive Officer GET, Pinya Nittayakasetwat mengatakan telah berhasil menyelesaikan 2 juta perjalanan, hanya dalam 2 bulan sejak peluncuran fase beta, yang hanya menjangkau lokasi terbatas di Kota Bangkok.

Sebelumnya, GO-JEK telah resmi masuk ke Vietnam dengan meluncurkan GO-Viet. Kini GO-JEK tengah melakukan riset pasar di tiga negara yakni Malaysia, Myanmar, dan Kamboja selain tetap berupaya untuk masuk ke Filipina.

Selain Menteri Kominfo Rudiantara, acara peluncuruan juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi serta Wakil Menteri Ekonomi Digital dan Masyarakat Thailand, Pansak Siriruchatapong