Gubernur Banten Doakan Anak Buah Yang Korupsi Masuk Neraka

70
Gubernur Banten Wahidin Halim, akan menyeret anak buahnya yang mengorupsi pajak kendaraan bermotor dalam peluncuran elektronik samsat di Samsat Serpong , Jumat (8/9).

BANTEN-Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim, mengecam keras para anak buahnya yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Bahkan orang nomor 1 di Provinsi Banten ini mendoakan anak buahnya yang korupsi masuk neraka.

“60 persen APBD dari sini (pajak kendaraan bermotor), jangan dikorupsi. Kalau korupsi saya sumpahin matinya masuk neraka,” katanya saat peresmian elektronik samsat, di Samsat Serpong Jumat (8/9).

Untuk itu, dia berharap Banten tak lagi ada jalan rusak seperti yang saat ini banyak ditemui dibeberapa Daerah yang ada di Banten.

“Pajak ini untuk membangun infrastruktur, jangan sampe jalan rusak, Ironis dan itu dosa. Ini tiga tahun lagi kita targetkan semua jalan yang ada di Banten harus selesai dan keadaan baik,” ucapnya.

Diterangkannya, kontribusi pembiayaan provinsi Banten berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor yang saat ini mencapai 9 juta kendaraan.

“Kalau kendaraan dikita sekitar 8 sampai 9 juta. Ini luar biasa, belum lagi nanti di wilayah Maja, Kabupaten Lebak sudah akan dibangun kawasan Permukiman baru sekitar 100 ribu rumah, diperkirakan akan ada 600 ribu kendaraan dari sana,” katanya.

Untuk itu dia berharap, penerimaan pajak Kendaraan Bermotor bisa terus digenjot, sehingga bisa membiayai pembangunan infrastruktur yang diakui Wahidin masih belum baik dibeberapa wilayah di Banten.

“Kita ingin dari pajak yang dibayarkan masyarakat ini bisa membiayai jalan-jalan rusak yang masih banyak di daerah-daerah,” katanya.

Maka saya berpesan kepada Badan pendapatan Daerah (Bapenda) beserta para UPT (unit pelaksana teknis) untuk tidak bermain-main dengan pajak rakyat.

Opar Sopari, Kepala Bapenda Banten mengaku, pihaknya menargetkan penerimaan pajak kendaraan bermotor pada tahun ini bisa lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

“Tahun lalu 5 triliun penerimaan pajak kendaraan kita, tahun ini mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” katanya. (Raja Tama)