Hafiz: RAPBN Tandingan Bentuk Kritik Terhadap Pemerintah

34

JAKARTA-Wacana RAPBN tandingan yang digulirkan beberapa anggota DPR RI baru-baru ini dianggap sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah. Apalagi RAPBN 2017 dinilai tidak sehat. “Kita setuju, karena demi kebaikan pemerintah itu sendiri, dan tidak ada juga UU yang dilanggar. Wong hanya penyanding saja kok,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Thohir di Jakarta, Selasa (23/08/2016).

Bahkan, lanjut dia, RAPBN 2017 yang akan diajukan ke DPR tak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.
“Iya itu ilusi APBN indah. APBN impiannya pak Jokowi saja, nanti rill nya gak begitu, kan sudah 2 APBN semua meleset,” sindir Hafiz.

Saat ditanya apakah wacana RAPBN tandingan yang digulirkan sejumlah anggota DPR merupakan bentuk koreksi terhadap pemerintah, Hafisz tak membantah masalah tersebut. “Bisa juga begitu, kan akhirnya pemerintah akan berhati-hati dalam mengajukan anggaran kepada DPR,” ujarnya.

Dilain sisi, kata dia, wacana RAPBN tandingan sebagai bukti bahwa DPR bukan lembaga yang asal setuju terhadap kebijakan pemerintah. “Jangan terkesan DPR hanya menjadi tukang stempel saja, gak baik bagi sistem demokrasi. APBN tandingan itu bertujuan untuk kontrol, bukan untuk tandingan.

Jadi kita sebetulnya membantu pemerintah supaya tidak meleset terlalu jauh dalam politik anggaran kedepan, karena taruhannya akan sangat dahsyat bagi bangsa dan negara ini,” tegasnya. ***