Harga Bawang Merah Mulai Turun

200

JAKARTA-Harga bawang merah lokal mulai menunjukkan penurunan.  Harga bawang merah lokal di Pasar Induk KramatJati dan Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, pada 1 September 2013 masing-masing tercatat Rp. 20.000/kg dan Rp. 18.000/kg. “Harga tersebut masing-masing turun 25,93% dan 17% dibanding harga seminggu sebelumnya,”ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, di Jakarta, Senin (2/8).

Selanjutnya, di beberapa pasar tradisional, harga bawang merah juga sudah mengalami penurunan dengan kisaran Rp. 30.000-Rp. 33.000/kg atau turun 4-22% dibanding minggu sebelumnya. Pemerintah berharap dengan mulai meningkatnya pasokan hasil panen, harga bawang merah akan segera kembali normal.

Dirjen PDN menjelaskan bahwa faktor penyebab turunnya harga bawang merah adalah karena beberapa sentra produksi bawang merah di Tegal, Brebes, Pekalongan dan Pemalang sudah mulai panen dan menambah pasokan bawang merah ke sentra-sentra konsumsi. “Pasokan saat ini di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai sekitar 90 ton per hari atau telah meningkat 100% dari minggu sebelumnya. Secara bertahap diharapkan harga akan kembali normal sampai dengan mencapai pasokan sekitar 125 ton per hari,” imbuh Srie.

Sementara itu, dari sisi importasi, sampai dengan 26 Agustus 2013, telah direalisasikan impor bawang merah sebanyak 5.540 ton atau 73,19% dari alokasi impor semester II 2013, yang sebesar 7.569 ton. “Diharapkan impor ini dapat membantu menstabilkan harga bawang merah, sehingga tidak memberatkan konsumen,”jelas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bachrul Chairi, secara terpisah. Namun demikian, Srie menambahkan bahwa Pemerintah akan terus mencermati dimana jika panen sudah banyak tentunya impor tidak akan lagi dilakukan.“Saat ini juga tengah dikaji perhitungan harga wajar di tingkat eceran oleh Litbang Pertanian danLitbang Kemendag.

Nantinya hasil perhitungan ini akan dimanfaatkan sebagai harga referensi dalam penetapan kebijakan importasi yang berbasiskan harga,”jelasnya