Indahnya Persahabatan, Silaturahmi “in Absentia (?)”

72
Romo Budi dan Mas Tikno selfie dengan latar foto diri Kang Ndoer Sarwoto, Seniman Lawak dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang

UNGARAN-Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS) Aloys Budi Purnomo Pr terus melanjutkan silaturahmi Idul Fitri di hari Ketiga Idul Fitri 1438 H  pada Selasa lalu (27/6).

Kali ini, Romo yang sekarang merangkap tugas pelayanan sebagai Kepala Campus Ministry itu berkeliling bersilaturahmi kepada para sahabat pelaku seni dan budaya (seniman dan budayawan) Kabupaten Semarang. Pertama-tama, Romo Budi mengunjungi Soetikno MA di Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo Ungaran.

Soetikno MA yang juga merupakan seorang perupa dan pematung menerima Romo Budi yang sudah dikenalnya sejak dua puluh lima tahun silam itu dengan gembira. Kepada Romo Budi, pelukis asli Ungaran itu malah memberikan gelang dari biji genetri.

Selanjutnya, bersama dengan Mas Tik, panggilan akrabnya, Romo Budi meneruskan silaturahminya. Kali ini, mereka berdua meluncur ke rumah Kiai “Sentet” Lili di dekat alun-alun Kalirejo Ungaran Timur.

Tidak Ketemu Langsung

Namun ternyata, Kiai Sentet tidak di tempat. Pintu rumah terkunci. Maka, Romo Budi dan Mas Tik pun selfie berdua di depan pintu rumah yang terkunci itu.

Hasil selfie itu dikirim ke Kiai Sentet via WhatsApp dengan tulisan, “Mas Kiai Sentet yang terkasih, selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin, mohon maaf saya sudah tiba di rumah Panjenengan, namun ternyata pintu rumah terkunci. Panjenengan sedang pergi. Sudah sah ya.”

Romo Budi dan Kang Ndower Sarwoto pada suatu acara Tirakatan Budaya di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Semarang

Tak lama kemudian, Kiai Sentet pun membalas. “Waduh. Nyadhong duka Romo. Kawula nembe sowan Abah kami. Matur sembah nuwun.”

Dari rumah Kiai Sentet, Romo Budi dan Mas Tik meluncur menuju rumah kediaman Kang Ndoer Sarwoto, Seniman Lawak dan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang di daerah Tegalpanas, Bregas. Hujan turun deras.

Sesampai di rumah kediaman Kang Ndoer, ternyata pintu rumah juga tertutup namun tidak terkunci. Romo Budi pun nekad masuk untuk menaruh oleh-oleh yang dibawanya buat Kang Ndoer.

“Ayo Mas Tik, kita selfie berdua dengan background foto Kang Ndoer,” ajak Romo Budi pad Mas Tik sesudah mereka masuk rumah.

Saat mereka berdua sedang selfie, tiba-tiba pintu salah satu kamar terbuka dan keluarlah Deshi, salah satu putri Kang Ndoer. “Maaf ya Dik. Minta ijin selfie dengan foto Bapak ya hehe,” kata Romo Budi disambut senyuman Deshi, “untuk bukti bahwa kami sudah sampai sini.”

“Ini Bapak sedang ke Getasan ke rumah Wakil Bupati Semarang!” Jelas Deshi, dan Romo Budi pun mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepadanya.

Setelah duduk beberapa saat, Romo Budi dan Mas Tik berpamitan. “Ini titip buat Bapak ya Dik,” kata Romo Budi sambil berpamitan.

 

Silaturahmi “in absentia”?

Sambil meluncur, Romo Budi bertanya kepada Mas Tik, “Kita ke mana lagi?”

“Pulang ke sanggar saja!” Jawabnya sambil tertawa.

 

“Tepat!” kata Romo Budi. “Saya jadi ingat waktu masih kecil. Kalau kita mau cari belut ke sawah malam-malam, dan saat pertama tiba langsung berjumpa ular, bukan belut, maka kita harus segera pulang, sebab sepanjang malam hanya akan ketemu ular, bukan belut! Ini juga mirip. Sekali yang kita kunjungi ternyata pergi, nanti berikutnya pastinya juga tidak di rumah ya…”

Mas Tik tertawa mendengar itu. “Silaturahmi kita ini mungkin bisa disebut silaturahmi in absentia sebab yang kita kunjungi semua tidak ada di tempat hehehe” kata Romo Budi lagi yang disambut dengan tawa oleh Mas Soetikno MA.

Tak lama kemudian ternyata Kang Ndoer menelpon. “Mohon maaf Romo datang ke rumah, saya pas lagi ke Pak Wakil Bupati. Nanti saya yang ganti sowan silaturahmi ke Romo saja ya…”

“Njih Kang Ndo… Ngaturaken sugeng Riyadi. Mugi sadaya kalepatan kawula lebura ing dinten Riyadi punika!” Jawab Romo Budi per telpon.

“Amin Romo. Sama-sama. Saya juga mohon maaf lahir batin ya Romo!” Jawab Kang Ndoer.

“Oh, indahnya sebuah persahabatan yang tanpa diskriminasi seperti ini!” Kata Romo Budi disambut dengan canda Mas Tik, “Joz gandoz. Top markotop!”

Sesudah mengantar Mas Tik ke Sanggar Seni Tosan Aji Gedongsongo Ungaran, Romo Budi pun kembali ke pastoran Ungaran tempatnya bertugas sebagai Pastor Pembantu di situ, untuk persiapan Misa Lingkungan.