Indonesia Harus Punya Bank Berukuran Global

43

JAKARTA-Pemerintah harus melakukan merger atau penggabungan  terhadap bank BUMN yang banyak memiliki kesamaan, terutama dalam eksposur kredit korporasi. Langkah ini diyakini meningkatkan daya saing industri perbankan nasional di tingkat internasional. “Memang sudah saatnya kita punya bank nasional yang ukurannya global. Yang paling masuk akal dimerger adalah Mandiri dan BNI, karena keduanya banyak memiliki kesamaan,” ujar pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Tonny Prasetiantono  di Jakarta, Selasa (14/5).

Seperti diketahui, paska krisis 1998 lalu, empat bank milik pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan menjadi Bank Mandiri

Namun masalahnya kata dia, upaya merger tidaklah sederhana. Pasalnya, setiap upaya merger selalu mendapat tentangan dengan berbagai alasan. Tetapi, secara substansial, merger dapat meningkatkan efisiensi,” pungkas dia.

Berbeda dengan Tonny, pengamat perbankan, Paul Sutaryono menilai merger bank BUMN tidak ada manfaatnya. “Apa signifikansinya merger Bank BUMN hanya untuk memiliki bank bertaraf global? Saya kira, tidak penting,” tegas dia.

Yang harus dilakukan perbankan Indonesia kata dia menjaga pasar agar tidak tergerus bank asing.  Apalagi, saat ini, bank asing berlomba-lomba masuk ke Indonesia. Hal ini membuktikan pasar Indonesia begitu mempesona  dan pasar yang maha luas untuk bisnis perbankan. “Tengok saja Bank Sumitomo segera akuisisi BTPN hingga 40 persen,” imbuh dia.