Indonesia-Jepang Jajaki Kerjasama Pengembangan Energi Terbarukan

34

JAKARTA-Indonesia-Jepang terus mempererat jaringan kerjasama diantara kalangan Pemerintah yang diikuti juga dengan peningkatan hubungan binis para pelaku usaha industri kedua negara. Hal tersebut diwujudkan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun dengan Gubernur Osaka Mr. Ichiro Matsui di Kementerian Perindustrian,  di Jakarta, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Daerah Osaka dan Pengusaha Jepang menaruh perhatian besar untuk berinvestasi di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian menyambut baik mengenai peluang bisnis dan kerjasama tersebut.

Retraubun mengatakan, perekonomian Indonesia terus tumbuh seiring dengan peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah yang mencapai 75 juta jiwa dengan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap permintaan dalam negeri. “Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 5,5% pertahun dan menciptakan kestabilan politik”. Diharapkan, pada tahun-tahun mendatang, Indonesia akan mampu menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia yang didukung dengan pertumbuhan jumlah masyarakat kelas menengah yang diperkirakan mencapai 141 juta jiwa pada tahun 2020.

Osaka merupakan salah satu prefektur penting di Jepang yang menyumbangkan GDP sebesar 383 miliyar dollar atau 7,6% dari GDP Jepang dan 44% dari GDP Indonesia. Selain itu, Osaka juga merupakan tempat beroperasinya lebih dari 41.000 kluster industri manufaktur dan SMEs dengan reputasi nomor satu di Jepang. “Sektor manufaktur Osaka memberikan kontribusi sebesar 16% dari GDP Osaka atau menduduki peringkat ketiga setelah bidang jasa (service) dan perdagangan (whole sale and retail), selain itu Industri-industri Osaka juga unggul dalam menangani permasalahan kelestarian lingkungan dan pengembangan energi terbarukan (renewable industry),” tegas Wamenperin.

Saat ini, misi yang dibawa pemerintahan Osaka dibagi menjadi dua kelompok: (1) kelompok yang mengunjungi Kementerian Perindustrian dipimpin oleh Gubernur Osaka Mr. Ichiro Matsui, diikuti oleh Assistant Director General Masayuki Tohda sebagai, Director Hiroyuki Baba, Secretary of Governor Takeshi Niwa dan staff Rie Yamada; (2) kelompok perusahaan di bidang energi dan diikuti oleh 10-15 perusahaan yang bergerak di bidang penghematan energi.

Sementara iu, Dirjen KII Agus Tjahajana secara spesifik menjelaskan, tawaran kerjasama dari Pemerintahan Osaka berupa Application of LED Lighting berupa investasi LED untuk semua lampu untuk penerangan jalan, Energy Saving Company (ESCO), dan Kansai Innovation Comprehensive Global Strategic Special Zone. “Diharapkan mereka bisa memberikan kerjasama agar perusahaan yang bergerak di bidang tersebut dapat bertukar pengalaman, karena kita harus terus meningkatkan level kompetensi agar bisa menghemat pemakaian energi dan berdampak pada berkurangnya polusi yang dihasilkan dalam pemakaian energi”.

Selanjutnya, ada beberapa hal yang ditekankan Gubernur Osaka jika kerjasama ini berjalan, yaitu program dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam pengembangan industri termasuk mengenai mekanisme upah buruh. “Pemerintah akan menyesuaikan upah buruh antara satu kota dengan kota lainya berdasarkan azas keadilan,” tegas Dirjen KII.

Diharapkan, kerjasama bisnis antar kedua Negara dapat memberikan kontribusi pada pembangunan industri di Indonesia yang pada giliranya dapat merubah pola perdagangan bilateral yang selama ini telah berjalan.