Jerman Borong Gula Kelapa Organik Senilai Rp 10 Miliar

Jerman Borong Gula Kelapa Organik Senilai Rp 10 Miliar

0
BERBAGI
photo liputan6.com

PURWOKERTO-Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memfasilitasi misi pembelian sebuah perusahaan asal Jerman. Produk gula kelapa organik Indonesia, PT. Profil Mitra Abadi (PMA), senilai USD 800 ribu atau sekitar Rp10,8 miliar diborong mitranya, Flores Farm Gmbh, untuk periode satu tahun ke depan.

Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Merry Maryati, menyampaikan apresiasi atas kesuksesan transaksi ini. “Kemendag sangat mendukung upaya diversifikasi produk ekspor dan buah keseriusan eksportir produk organik untuk terus memperluas pasarnya ke kawasan Eropa yang begitu prospektif, terutama Jerman,” ujarnya saat menyaksikan penandatanganan kontrak pembelian tersebut di Purwokerto, Jawa Tengah, (9/6).

Konsumen Eropa, imbuh Merry, sangat detail dalam memilih suatu produk. Mereka memperhatikan reputasi dan asal produk tersebut, terutama makanan. Produk pemanis alami yang memiliki reputasi sehat dan aman lebih banyak dicari ketimbang bahan sintetis. Konsumen di Jerman juga mempertimbangkan asal produk gula kelapa yang dikonsumsi. Mereka harus yakin bahwa petani yang memproduksi gula tersebut juga memperoleh pendapatan yang layak. “Produk makanan dengan sertifikat kesehatan, fair trade, dan organik sangat dicari konsumen Eropa. Disinilah keunggulan PT. Profil Mitra Abadi sebagai sebuah perusahaan yang tidak mengeruk keuntungan semata namun tetap memperhatikan nasib para petani dengan menjalin kemitraan dengan lebih dari lima ribu petani dari berbagai daerah di Indonesia sehingga produknya laris di Jerman,” terangnya.

Kelapa telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat karena semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan budaya. Seluruh aspek dari tanaman kelapa dapat dimanfaatkan hasilnya mulai dari buah kelapa (air kelapa, daging kelapa, tempurung kelapa, sabut kelapa); batang kelapa, termasuk lidi kelapa. Berbagai produk yang dapat dihasilkan ialah seperti nata de coco, kecap, minuman air kelapa, desiccated coconut, virgin coconut oil, coconut milk, minyak kelapa, arang, matras; sampai bahan bangunan dan kerajinan. Sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja, baik untuk sektor perkebunan maupun sektor industrinya dimana 98% merupakan areal perkebunan rakyat dan melibatkan lebih dari tiga juta rumah tangga petani.

Ekspor produk gula kelapa Indonesia memiliki tren positif sebesar 31% selama lima tahun terakhir dan nilainya pada 2015 mencapai USD 38,23 juta. Ekspor terbesar produk gula kelapa Indonesia adalah ke Amerika Serikat (64,48%), Belanda (9,18%), Australia (4,56%), Korea (3,86%), dan Kanada (3,18%). Adapun Jerman menduduki peringkat ke-14 (0,57%) pada tahun 2015 dengan tren positif sebesar 53% dalam lima tahun terakhir.

Profil Mitra Abadi merupakan produsen dan distributor kacang mete organik, gula kelapa, madu, dan makanan ringan organik premium lainnya. Perusahaan yang didirikan pada 2011 tersebut mulai memperkenalkan gula kelapa organik kualitas premium ke Amerika dan Eropa dua tahun kemudian.

Sementara itu, Flores Farm Gmbh adalah salah satu importir Jerman khusus produk organik yang berdiri sejak 2006. Lebih dari 30 jenis makanan organik diimpor dari 14 negara, termasuk Indonesia, untuk memasok ke lebih dari 800 toko organik dan fine food di Jerman, Austria, Swiss, dan Prancis.

Keberhasilan kontrak pembelian ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi PT. Profil Mitra Abadi pada pameran Biofach tahun 2015 yang difasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg. “Upaya ini tentu saja tak lepas dari bantuan dan kerja sama perwakilan kami di luar negeri, Atase Perdagangan, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Dalam hal ini, kami berterima kasih kepada ITPC Hamburg yang telah membantu misi pembelian ini,” tutur Merry.

Misi pembelian membantu dunia usaha dengan mendatangkan calon buyer ke Indonesia untuk melakukan kesepakatan atau transaksi dagang dalam rangka ekspor. “Kegiatan ini menjadi salah satu terobosan Kemendag dalam rangka meningkatkan kinerja ekspor produk-produk potensial Indonesia dengan cepat melalui penetrasi pasar,” pungkasnya.