Ketua DPR : Kritik Bukan Momok Menakutkan

33

JAKARTA-Kalangan DPR siap menerima dan tidak keberatan atas berbagai kritik, termasuk kritikan foto terhadap wakil rakyat di Senayan. Karena itu seluruh legislator tidak menjadikan kritik masyarakat sebagai momok yang harus ditakuti. “Jangan (kritik-red) dijadikan momok, kalau tak sesuai lawan saja. Tapi jadikanlah cambuk untuk memperbaiki diri. Jadikan kritik sebagai tantangan, bukan halangan,” kata Ketua DPR Ade Komarudin saat melihat kritikan foto terhadap DPR melalui pameran foto “warna warni parlemen” ke-5 Tahun 2016 bertema “Menuju Parlemen Modern” yang digelar wartawan foto parlemen (WTP) di gedung Nusantara II DPR Jakarta, Senin (29/8/2016).

Akom berkeyakinan untuk manuju parlemen modern, dewan harus berubah dan terus memperbaiki diri. Melalui medium kritikan foto, rakyat bisa mengetahui kegiatan parlemen dan mencerna kritikan lebih mudah. “Ada kritik berarti ada masalah, ada tantangan. Dengan cara itu, perlahan tapi pasti, parlemen akan memperbaiki diri dan maju menjadi parlemen modern, ” ujarnyaseraya meminta demi perimbangan selain melontarkan kritikan negatif, wartawan foto juga meminta kritik foto yang positif.

Mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR ini menambahkan anggota DPR juga tak perlu menutup mata dan telinga atas berbagai kritikan masyarakat. Anggota DPR juga harus bisa mengikuti ritme masyarakat dan ritme pimpinan DPR. Sebab kata Akom, apabila tak mengikuti ritme dan mengikuti gerbong perubahan, maka nanti anggota dewan akan mengalami ketertinggalan. “Kita tak boleh malu terhadap keadaan kita dan jangan salahkan siapapun atas keadaan kita. Kalau kita menutup mata dan telinga, maka kita tak akan bisa bekerja dengan baik, “ ujarnya

Ketua panitia parlemen foto Susanto mengatakan foto yang dipamerkan merupakan gambaran kinerja pimpinan dan anggota DPR dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan baik di dalam maupun di luar gedung parlemen. “Kami berharap pameran foto ini bias menjadi catatan bagi DPR maupun kami selaku pewarta foto dan sebagai sarana komunikasi publik, “ katanya.

Menurut Susanto Ketua panitia parlemen foto pemeran digelar sebagai rangkaian kegiatan menyambut HUT MPR/DPR RI ke-71 yang jatuh pada tanggal 29 Agustus 2016 dan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71. “Dari 1300 foto, terpilih 101 foto karya 32 pewarta foto dan 11 fotografer pemeberitaan DPR untuk dipamerkan, “ katanya. ***