Ketua Umum Korpri Minta PNS Tak Perlu Galau

24
Pengurus Korpri saat akan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Kamis (9/6)

JAKARTA-Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Zudan Arif Fakhrullah meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tanah air agar tidak galau menghadapi pemberitaan mengenai rencana rasionalisasi atau penataan PNS yang kini dikembangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Pasalnya, Presiden Joko Widodo menjamin rasionalisasi PNS secara alamiah melalui pertumbuhan negatif  (negative growth). “Bapak Presiden tadi mencontohkan, yang pensiun 100.000 PNS, maka pengangkatan baru cukup 40.000 atau tidak lebih dari 50%-nya.  Jadi, ini yang disebut dengan negative growth. Sehingga secara alamiah  PNS kita akan berkurang,” kata Zudan seusai memimpin jajaran Pengurus Pusat KORPRI menghadap Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/6).

Zudan menjelaskan, kalau setiap tahun jumlah PNS berkurang karena pensiun alamiah itu 300.000 maka hanya diisi 60.000 atau 100.000 orang. Ini artinya, dalam kurun waktu 4-5 tahun ke depan jumlah anggaran negara akan berkurang cukup besar. Sehingga efisiensi bisa dilakukan secara alamiah. “Ini yang ditekankan oleh Bapak Presiden, sehingga semua PNS di seluruh Indonesia agar tetap tenang dan bekerja dengan baik karena yang dilakukan adalah negative growth,” tegas Zudan seraya menyebutkan sesuai info dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), 5 tahun ke depan jumlah PNS yang akan pensiun mencapai 700.000 orang. Sementara jumlah PNS saat ini mencapai sekitar 4,4 juta orang.

Kendati demikian, Zudan tidak mau menyebut soal jumlah ideal PNS yang dibutuhkan.  Yang jelas, saat ini sedang dilakukan pemetaan secara mendalam dan sungguh-sungguh.

Namun Zudan mengingatkan, di dalam pelayanan publik bukan manusia saja yang harus dilayani oleh PNS.  Karena itu, ia menilai struktur penduduk bukan-satu-satunya tolak ukur.

Tolok ukur lainnya yakni luas wilayah dan  tingkat kesulitan geografis. Misalnya hutan, sungai dan laut yang harus dijaga, yang kesemuanya itu memerlukan PNS.“Nah saat ini pemerintah sedang melakukan penataan secara sangat seriu barapa jumlah yang dibutuhkan itu,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, , Presiden sangat berharap agar anggota KORPRI yang berjumlah 4,4 juta PNS dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) itu merubah pola pikir, dari pola pikir lama menuju pola pikir yang baru. Salah satu point krusialnya mengandung paradigma bahwa saat ini sedang terjadi persaingan yang ketat. “Persaingan antar ASN sendiri maupun persaingan ASN dengan dunia luar, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sehingga di dalam semua pergerakan PNS itu harus ada unsur efisien, harus ada unsur kompetisi yang terus-menerus sehingga kualitasnya harus ditingkatkan secara terus menerus,” kata Zudan.

Untuk itu , lanjut Zudan, Presiden menekankan kembali, seluruh ASN itu membangun motivasi internal. Hal ini sangat penting dibangkitkan agar bekerja dengan baik dengan mengeluarkan semua energi yang dimiliki sehingga hasilnya maksimal. “Itu pesan Bapak Presiden kepada seluruh ASN melalui pengurus  KORPRI ini,” ujarnya.

Ditambahkan Zudan, bahwa Presiden akan memberikan pengarahan kepada seluruh pengurus Korpri yang ada di  514 Kabupaten/kota dan 34 provinsi seluruh Indonesia sehabis Lebaran nanti. Ia menyebutkan, semua Ketua KORPRI daerah akan diundang guna mengikuti pengarahan dari  Presiden, agar di dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan bisa dilakukan secara lebih tepat, lebih bagus, lebih cepat, terutama peningkatan kualitas pelayanan publik.