Menag: Doa Kunci Sukses Hadapi Ujian Nasional

Menag: Doa Kunci Sukses Hadapi Ujian Nasional

30
0
BERBAGI
Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin/photo Raja Tama

TANGERANG-Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, meningatkan peserta ujian nasional (UN) tingkat Madrasah Aliyah untuk berdoa memohon kemudahan dalam menjawab persoalan dalam ujian nasional.  Setelah mengawali pantauan pelaksanaan UN di Madrasah Aliyah Negeri 13, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Menag juga meninjau langsung pelaksanaan UN di MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (4/4).

Dihadapan 104 siswa-siswi MAN IC peserta UNBK, Menag berpesan untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menjalani UN.  “Ketenangan kunci yang utama, baca semua soal secara teteliti dan cermat, tentu terakhir jangan lupa berdoa,” tandas Menag Lukman Hakim Saifuddin, Senin (4/4).

Menurutnya, ada doa yang cocok bagis siswa untuk menghadapi UN “Doa meminta kemudahan atas apa yang dihadapi, agar semua soal bisa dijawab dengan mudah,” tandasnya.

Selain doa meminta kemudahan, Lukman juga meminta peserta UN agar berdoad iberi kekuatan dan kemampuan adalah yang paling tepat.  “Sebenarnya yang tepat minta dikuatkan dan diberikan kemampuan dalam menghadapi UN, bukan dimudahkan tapi diberi kemampuan untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi. Lalu ditutup dengan bacaan surah fatihah,” tuturnya.

Dia mengingatkan, dalam persoalan kehidupan dunia, doa punya kekuatan sendiri. “Itu tanda bukti keimanan seorang mahluk untuk berserah dan memohon kepada sang kuasa, sambil terus belajar, belajar dan belajar,” katanya.

Diinformasikan, MAN Insan Cedekia merupakan satu-satunya Madrasah tingkat Aliyah yang menggelar UNBK pada tingkat Madrasah Aliyah se-Provinsi Banten.  “Di Banten total ada 365 Madrasah, memang baru MAN IC yang melaksanakan UNBK, lainnya masih ujian menggunakan kertas,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenag Banten, Agus Salim. \Diakui Agus, keterbatasan perangkat komputer ditingkat madrasah yang ada di Banten, lantaran belum ada anggaran untuk pengadaan perangkat itu. “Anggarannya masih terbatas, jadi belum bisa madrasah-madrasah punya komputer untuk menunjang pelaksanaan UNBK,” paparnya.  (Raja Tama)