Menperin Fokus Dongkrak Ekspor dan Pacu Riset Otomotif

Menperin Fokus Dongkrak Ekspor dan Pacu Riset Otomotif

0
BERBAGI
Menperin Saleh Husin bersama Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku usaha kendaraan bermotor di Indonesia memperkuat industri otomotif. Peningkatan ekspor kendaraan bermotor dan aktivitas riset serta pengembangan menjadi bagian dari fokus pengembangan. “Kita rumuskan strategi dan lakukan upaya-upaya agar ekspor yang berjumlah sekitar 207 ribu unit pada tahun lalu bisa meningkat 100 persen atau bahkan 300 persen pada tahun-tahun mendatang sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin saat melakukan pertemuan dengan pelaku industri otomotif Indonesia di Jakarta, Kamis malam (21/7).

Untuk itu, pihaknya ingin agar prinsipal dan perusahaan otomotif menambah investasi di Indonesia khususnya untuk produk-produk global  dan komponen utama guna memperkuat daya saing dan peningkatan ekspor. Pemerintah Indonesia menyambut baik dan siap menfasilitasi upaya investasi ini.

Selain itu, pemerintah meminta agar aktivitas riset dan pengembangan (R&D) dapat dilaksanakan di Indonesia. Sumber daya manusia diyakini mampu berperan dalam melakukan aktivitas R&D sehingga biaya pengembangan produk dapat lebih efisien.  “Apalagi dengan model global sources saat ini, aktivitas R&D akan menjadi kunci efisiensi dan peningkatan daya saing,” ujar Saleh.

Secara khusus, Menperin menyampaikan terima kasih kepada pelaku industri otomotif lantaran telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan mewujudkan produksi tertinggi telah dicapai pada tahun 2014 dengan jumlah sebanyak 1.298.523 unit.
Dia berharap agar produksi ini terus meningkat ditahun-tahun mendatang.

Tercatat, industri otomotif Indonesia merupakan salah satu Industri andalan yang memiliki peran besar dalam PDB nasional. Kementerian Perindustrian juga memiliki roadmap untuk mendorong jumlah produksi mobil hingga 2,5 juta unit pada tahun 2020.

Target peningkatan produksi tersebut perlu dibarengi dengan target peningkatan investasi. Demikian juga dengan investasi tersebut akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan pada akhirnya akan menggerakkan perekonomian yang berujung pada meningkatkan penerimaan negara dari pajak.

Saat ini, imbuhnya, Kemenperin sedang menggarap finalisasi revisi Peraturan Menteri Perindustrian tentang Industri Kendaraan Bermotor untuk memperkuat daya saing industri kendaraan bermotor Indonesia. “Seperti berkali-kali saya sampaikan, pendalaman dan lokalisasi komponen dengan memperbanyak kerjasama dengan industri nasional atau lokal, mesti kita lakukan terus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Yohannes Nangoi mengapresiasi dukungan dan perhatian dari pemerintah pada industri otomotif selama ini. “Komunikasi dan kerja sama intensif terus berjalan dan akan terus kita tingkatkan,” katanya.