Menyimpang Dari Ideologi Perjuangan, Sekjen PROJO Layak Diganti

2181
Ketua DPC PROJO Solo, Tego Widarti bersama Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Organisasi pendukung militan Presiden Joko Widodo, Jokowi, Pro Jokowi (PROJO) dipastikan tetap solid dan kompak ditengah dinamika pergantian Sekretaris Jenderal PROJO, Guntur Siregar.

Kendati demikian,  pendukung dan simpatisan PROJO diminta mewaspadai adanya manuver serta upaya-upaya adu domba yang dihembuskan oleh segelintir orang.

Penegasan ini disampaikan Ketua DPC PROJO Solo, Tego Widarti terkait berkembangnya isu seputar dinamika dan pergantian Sekjen DPP PROJO di Jakarta, Jumat (8/12).

Menurut Tego, pergantian Sekjen dalam sebuah organisasi harus dilakukan.  Salah satu pertimbangan, demi penyegaran organisasi  sehingga roda organisasi terus berjalan. “Pergantian Sekjen itu seharusnya dilakukan DPP PROJO. Pergantian Sekjen DPP PROJO adalah aspirasi dan keinginan kami dari cabang-cabang yg disampaikan DPD PROJO Jawa Tengah saat Rakernas III. Hampir seluruh daerah setuju bila Sekjen PROJO diganti , ” ujar Tego.

Tego menjelaskan, pergantian Sekjen PROJO ini sesuai dengan AD/ ART PROJO 2014 meski putusan itu dikeluarkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Rakernas itu setingkat dibawah Konggres. “Jadi mekanisme yang diambil DPP sudah tepat dan sesuai aturan organisasi. Lagi pula saudara Guntur sudah lama tidak aktif di PROJO dan aktif sebagai Sekjen  di organisasi lain yaitu Masyarakat Madani Indonesia. Kami ingin Sekjen PROJO yang bekerja dan  berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Tego mengatakan keputusan DPP Projo melakukan pergantian Sekjen Guntur sangat tepat. Apalagi, Guntur juga sudah menyimpang dari ideologi dan garis perjuangan PROJO karena bersikap rasis dan membenci etnis tertentu.

“Kami juga menilai pergantian Sekjen ini membuat PROJO makin solid. Kami juga mencium adanya upaya pihak- pihak tertentu yang ingin menghancurkan Jokowi dengan mengadu domba sesama pendukung Jokowi terutama PROJO,” tambahnya.

Ketika ditanya soal isu komisaris dan jabatan lainnya?  Tego menegaskan PROJO itu dasarnya tetap Relawan walau sudah berbentuk Ormas.  Karena itu, tanpa imbalan apapun, PROJO tetap konsisten dan militan mendukung Jokowi.

“Kalau ada pihak- pihak yang mempersoalkan ini berarti dia punya motif lain sebagai relawan atau PROJO. Para benalu dan kotoran ini harus disingkirkan dari PROJO,” pungkas Tego Widarti.