NIM Bank Masih Tumbuh

82

 JAKARTA-Sektor perbankan hingga bulan April 2013 mulai ada perlambatan pertumbuhan kredit. Jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp.2.845 triliun atau 21,9% yoy, melambat dibandingkan pertumbuhan pada bulan Maret lalu yang mencatat 22,1% yoy. Sedangkan DPK mencapai Rp.3.300 triliun atau tumbuh 16,1% yoy. Dengan posisi tersebut, LDR mencatat kenaikan menjadi 85,2% pada April dari 84,0% pada Maret lalu.

Kendati ada perlambatan pertumbuhan kredit tetapi secara nominal nilai kredit masih terus meningkat. “Untuk ketiga jenis kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi. Perlambatan tersebut karena penyaluran kredit pada bulan April 2012 sebesar 2,3% mom lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulanan bulan April 2013 yang tercatat 2% mom,” pengamat ekonomi Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat (28/6).

Sementara itu kata dia dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp.3.300 triliun atau tumbuh 16,1% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK Maret 14,8% yoy. Dengan posisi tersebut loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 85,2%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 84,9%. Dengan meningkatnya LDR, CAR (kecukupan modal) perbankan tercatat turun 19,1% pada Maret menjadi 18,7% pada April. Namun besaran CAR tersebut masih sangta mencukupi dibandingkan dengan ketetapan Basel III yaitu 12%, dan masih diatas batas CAR BI yaitu 17%.

Sementara itu kinerja perbankan lainnya seperti NIM net interest margin) justru mencatat kenaikan dari 5,4% pada Maret menjadi 5,42% pada April.

Kenaikan NIM ini karena suku bunga simpanan khusunya untuk 1 bulan mencatat penurunan sekitar 9 bps dibandingkan penurunan di suku bunga kredit rata-rata sebesar 3 bps. Penurunan pada NIM ini diikuti dengan penurunan pada BOPO dari 75,1% pada Maret menjadi 75,0% pada April. Kinerja perbankan lainnya seperti ROA (return on assets) juga tercatat turun 3,02% pada Maret menjadi 2,95% pada April. Penurunan ini karena kepemilikan bank di SBN turun sangat tajam dari Rp.315 triliun pada Maret menjadi Rp.298,27 triliun pada April atau turun Rp.17,6 triliun. Walaupun di saat yang sama kepemilikan perbankan pada SBI tercatat ada kenaikan tipis Rp.2 triliun dari Rp.91,7 triliun pada Maret menjadi Rp.93,73 triliun pada April. Sehingga secara neto kepemilikan aset dalam bentuk surat berharga bank dalam bentuk SBN dan SBI ada penurunan sebesar Rp.15 triliun. Hingga April 2013, kinerja perbankan masih relatif solid, walaupun ada penurunan pada beberapa kinerja tetapi belum menjadi kekawatiran, bahkan NPL perbankan turun dari 1,97% pada Maret menjadi 1,96% pada April. Walaupun posisi NPL ini meningkat dibandingkan posisi Desember 2012, tetapi masih dianggap aman karena relatif masih rendah. Sedangkan untuk kredit yang relatif dianggap sensitif yaitu kredit kepemilikan rumah (KPR) memiliki NPL sedikit tinggi yaitu 2,48% diikuti dengan kredit kepemilikan rukan sebesar 2,3%, tetapi untuk kredit kepemilikan apartemen (KPA) hanya tercatat 0,91% dan kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) hanya 1,01% pada posisi April tersebut.