Pada 2016, Pendapatan Total Alam Sutra Capai Rp2,7 Triliun

73

TANGERANG-Bisnis properti di Kawasan Tangerang Raya masih tetap menarik bagi developer. Buktinya, PT Alam Sutera Realty, Tbk (ASRI) mampu membukukan total pendapatan 2016 senilai Rp2,7 triliun.

Demikian keterangan resmi ASRI melalui siaran persnya, Minggu (2/4/2017). Pendapatan dari penjualan rumah dan ruko tumbuhan pesat sebesar 208% menjadi Rp1 triliun pada 2016 dibandingkan dengan Rp325,1 miliar pada 2015.

Namun begitu tekanan ekonomi global sepanjang 2016 berimbas pada kinerja emiten berkode ASRI. Bahkan laba bersih sempat merosot sekitar 15%, dari Rp 595,5 miliar pada 2015 menjadi Rp508,8 miliar.

Selain itu, ASRI juga berhasil membukukan pendapatan yang substansial dari apartemen dan gedung perkantoran sebesar Rp437,5 miliar setelah pengakuan yang minim sejak 2013.

Pendapatan dari tanah kavling menurun menjadi Rp902,1 miliar pada 2016 setelah meraih pencapaian tertinggi sebesar Rp2,09 triliun pada 2015.

Pendapatan berulang menyumbang pertumbuhan tahunan yang konstan menjadi Rp373,5 miliar pada tahun 2016 dibandingkan dengan Rp 358,9 miliar pada  2015 di tengah kondisi sektor properti yang cyclical.

Laba bruto mengalami penurunan menjadi Rp1,46 triliun pada 2016 dari Rp 2,05 triliun pada 2015. Hal ini disebabkan oleh perubahan komposisi pengakuan pendapatan, penurunan terbesar terjadi pada tanah kavling yang bermarjin tinggi.

Marjin laba bruto adalah 54% dan 74% untuk tahun 2016 dan 2015 sedangkan marjin EBITDA mengikuti trend tersebut yaitu 44% dan 62% untuk 2016 dan 2015.

ASRI membukukan laba selisih kurs sebesar Rp157,6 miliar pada t

2016 karena penguatan Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat pada akhir 2016. “Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan sebesar 15% menjadi Rp508,8 miliar pada 2016 dari Rp 595,5 miliar di tahun 2015,”

Marjin laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar 19% dan 21% secara berturutturut untuk  2016 dan 2015.

Pada bulan Oktober 2016, ASRI telah berhasil memasuki pasar obligasi global dengan menerbitkan obligasi sebesar USD245 juta (dengan kupon sebesar 6,625%) yang akan jatuh tempo pada tahun 2022 untuk melunasi obligasi global sebesar USD 225 juta (dengan kupon sebesar 9%) yang akan jatuh tempo di 2019.

ASRI secara terus menerus telah berhasil memperkuat posisi neraca dan menurunkan netgearing ratio menjadi 92% di 2016 dari 102% pada 2015. ***