Pasokan Listrik Aman, Warga Sulawesi Dapat Berlebaran Dengan Nyaman

16

MAKASSAR-Masyarakat di Sulawesi dipastikan dapat merayakan Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1440 H dengan nyaman. Pasalnya pasokan listrik di pulau Sulawesi, saat hari raya Idulfitri tanggal 5 Juni 2019 diprediksi dalam kondisi aman.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Munir Ahmad saat melakukan kunjungan kerja ke PT PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (UP2B Sulselrabar) dan PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Sulselrabar, Senin (3/6).

“Teman-teman PLN yang bertugas menyampaikan bahwa kondisi sistem Sulawesi aman,” ujar Munir.

Sebagaimana laporan PT PLN, daya mampu pasok seluruh sistem Sulawesi pada tanggal 5 Juni 2019 diprediksi sebesar 2.118 MW dan dengan beban puncak sebesar 1.313 MW, sistem masih memiliki cadangan sistem sebesar 805 MW. Adapun rinciannya, kondisi kelistrikan di Sistem Sulawesi Bagian Selatan, daya mampu 1.525 MW, beban puncak 884 MW, dan cadangan sistem 641 MW. Untuk sistem Sulawesi Utara dan Gorontalo, daya mampu 486 MW, beban puncak 352 MW dan cadangan sistem 134 MW.

Sedangkan untuk Sistem Sulawesi Tenggara, daya mampu pasok 107 MW, beban puncak 77 MW, dan cadangan sistem 30 MW.

Sebagai upaya untuk memastikan kesiapan pasokan listrik kepada masyarakat, PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar telah menyiapkan posko sebanyak 288 unit dan 2.555 personil dengan sarana dukungan 43 unit gardu bergerak, mobil crane 15 unit, mobil pekerjaan dalam keadaan bertegangan (PDKB) 5 unit, dan mobil pelayanan teknis (yantek) 245 unit dan motor yantek 129 unit.

Munir juga mengapresiasi petugas PLN yang terus bekerja meski yang lain tengah cuti bersama dan libur hari raya idul fitri. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga menitipkan pesan agar obyek vital seperti UP2B Sulselrabar ini dapat dijaga keamanannya sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu, khususnya menjelang hari raya Idulfitri ini.