Penghasilan Gubernur Jatim Setahun Sekitar Rp7,7 Miliar

43

Jakarta–Penghasilan Gubernur Jawa Timur dinilai paling tinggi diantara sekian banyak kepala daerah di Indonesia, yakni sekitar Rp7,7 miliar per tahun. Adapun pemeringkatan penghasilan ini bersumber dari data Kementerian Keuangan. “Kita memaparkan data ini yang bersumber dari Kementerian Keuangan,” kata Koordinator Riset Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Maulana di Jakarta,16/12/2012.
Namun Maulana mengaku sebenarnya penghasilan kepala daerah yang paling tinggi itu DKI Jakarta. Namun Fitra tak memasukkan Pemprov DKI Jakarta dengan alasan memiliki pengelolaan keuangan yang “istimewa”. “Karena tata pemerintahan di DKI itu berbeda. APBD DKI Jakarta menggabungkan provinsi dan kotamadya. Jadi pengelolaan anggaran di wilayah tingkat I dan tingkat II jadi satu,” ungkapnya lagi.
Menurut Maulana, berbeda dengan provinsi lainnya, dimana provinsi memiliki anggaran APBD sendiri, lalu kabupaten/kotamadya juga mempunyai anggaran APBD sendiri. “Kalau DKI kan nggak ada APBD Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, makanya tidak bisa dibandingkan dengan lainnya,” terangnya
Diakui Maulana, angka penghasilan Gubernur DKI sebulan mencapai sekitar Rp 1,2 miliar. Sehingga per tahunnya Rp 15,1 miliar. Penghasilan Wagub DKI, tidak berbeda jauh Rp 1,24 miliar per bulan, dan Rp 14,8 miliar per tahun.
Berdasarkan data Fitra berikut ini penghasilan sejumlah kepala daerah yang memiliki pendapatan tinggi, antara lain,
1. Jawa Timur, penghasilan gubernur per bulan Rp 642.360.003, per tahun Rp 7.708.320.036. Sementara penghasilan wagub per bulan Rp 627.240.003, per tahun Rp 7.526.880.036.
2. Jawa Barat, penghasilan gubernur per bulan Rp 603.422.043, per tahun Rp 7.241.064.521. Namun penghasilan wagub per bulan Rp 584.942.043, per tahun Rp 7.019.304.521.
3. Jawa Tengah, penghasilan gubernur per bulan Rp 438.097.208, per tahun Rp 5.257.166.498. Dimana penghasilan wagub per bulan Rp 422.977.208, per tahun Rp 5.075.726.498.
4. Kalimantan Timur, penghasilan gubernur per bulan Rp 344.087.750, per tahun Rp 4.129.053.000. Sedangkan penghasilan wagub per bulan Rp 328.967.750, per tahun Rp 3.947.613.000.
5. Sumatera Utara, penghasilan gubernur per bulan Rp 327.251.701, per tahun Rp 3.927.020.411. Dimana penghasilan wagub per bulan Rp 312.131.701, per tahun Rp 3.745.580.411.
Kotamadya
1. Surabaya, penghasilan wali kota per bulan Rp 194.122.808, per tahun Rp 2.329.473.690. Sedangkan penghasilan wawali per bulan Rp 187.402.808, per tahun Rp 2.248.833.690.
2. Medan, penghasilan wali kota per bulan Rp 129.674.323, per tahun Rp 1.556.091.880. Sementara penghasilan wawali per bulan Rp 123.794.323, per tahun Rp 1.485.531.880.
3. Bandung, penghasilan wali kota per bulan Rp 88.376.201, per tahun Rp 1.060.514.413. Penghasilan wawali per bulan Rp 82.496.201, per tahun Rp 989.954.413.
4. Semarang, penghasilan wali kota Rp 82.433.272, per tahun Rp 989.199.269. Penghasilan wawali per bulan Rp 76.553.272, per tahun Rp 918.639.269.
5. Bekasi, penghasilan wali kota per bulan Rp 76.028.893, per tahun Rp 912.346.712. Penghasilan wawali per bulan Rp 70.148.893, per tahun Rp 841.786.712.

Kabupaten
1. Bandung, penghasilan bupati per bulan Rp 129.596.905, per tahun, Rp 1.555.162.858. Penghasilan wabup per bulan Rp 122.876.905, per tahun Rp 1.474.522.858
2. Bogor, penghasilan bupati per bulan Rp 90.730.071, per tahun Rp 1.088.760.849. Namun penghasilan wabup per bulan Rp 84.850.071, per tahun Rp 1.018.200.849.
3. Sidoarjo, penghasilan bupati per bulan Rp 78.519.751, per tahun Rp 942.237.018. Sementara penghasilan wabup per bulan Rp 72.639.751, per tahun Rp 871.677.018.
4. Tangerang, penghasilan bupati per bulan Rp 72.639.468, per tahun Rp 871.673.616. Penghasilan wabup per bulan Rp 66.759.468, per tahun Rp 801.113.616
5. Bekasi, penghasilan bupati per bulan Rp 71.928.453, per tahun Rp 863.141.431. Penghasilan wabup per bulan Rp 66.048.453, per tahun Rp 792.581.431.