Peresmian Sekretariat KSS Kemenperin-UNIDO

50

JAKARTA-Kementerian Perindustrian terus meningkatkan peran aktif dan kontribusinya dalam Kerjasama Selatan-Selatan (KSS), yang merupakan wadah kerjasama di antara negara-negara berkembang dengan tujuan tercapainya kemajuan pembangunan dan diperolehnya keuntungan bersama (mutual benefit). Peresmian Sekretariat KSS Kemenperin-UNIDO diselenggarakan secara back to back dengan penandatanganan perjanjian kerjasama teknis antara Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional (KII) Kemenperin dengan UNIDO yang dilakukan oleh Dirjen KII Agus Tjahajana dan Country Representative UNIDO Indonesia Office Shadia Bakhait.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun saat Peresmian Sekretariat Kerjasama Selatan-Selatan Kementerian Perindustrian – United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (3/7).

Menurut Wamenperin, pembentukan Sekretariat KSS Kemenperin-UNIDO merupakan tindak lanjut dan implementasi Memorandum of Understanding Kemenperin dengan UNIDO tentang kerjasama industri selatan-selatan yang ditandatangani pada 4 Desember 2007. Kerjasama ini menyepakati tentang kerjasama dalam pertukaran pengalaman, menjalin jejaring kerjasama, pemberantasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan sistem  inovasi lokal dan nasional, memperkuat industri kecil dan menengah melalui pertukaran pengalaman, serta promosi penggunaan energi dan teknologi berkelanjutan bidang industri. “Dalam implementasi KSS, Indonesia telah berperan aktif dengan menyelenggarakan ratusan kerjasama teknik kepada negara-negara berkembang, antara lain melalui pelatihan, pengembangan kapasitas (capacity building), transfer teknologi, dan pertukaran tenaga ahli.” Kata Wamenperin.

Di bawah biro KTLN Setneg, tercatat sebanyak 7.072 peserta dari 112 negara berkembang diberikan pelatihan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian/Lembaga teknis.

Sementara itu, di bawah koordinasi Sekretariat KSS Kemenperin-UNIDO, Kemenperin secara aktif memberdayakan Balai Besar, Balai Riset dan Standarisasi, serta unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk memberikan capacity building berupa pelatihan dan teknologi praktis tepat guna kepada negara berkembang khususnya least developed countries. “Partisipasi aktif Kemenperin dalam kerjasama teknik lingkup KSS juga memberikan excess advantage sebagai upaya dalam meningkatkan akses pasar dan intangible asset bagi industri di Indonesia khususnya ke negara-negara non-pasar tradisional,” tegas Wamenperin.

Sedangkan, UNIDO sebagai organisasi non profit dunia yang mengkoordinasikan kerjasama industri, berperan dalam mengupayakan dukungan donor dari negara-negara maju dan/atau organisasi internasional pada program-program kerjasama teknik yang disusun Kemenperin dan UNIDO.