Presiden Beri Kesempatan Pengusaha Lokal Bangun Listrik

Presiden Beri Kesempatan Pengusaha Lokal Bangun Listrik

8
0
BERBAGI

JAKARTA-Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri ESDM Sudirman Said, PLN dan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memberikan kesempatan dan ruang sebanyak mungkin kepada pengusaha lokal atau nasional. “Jangan kemudian yang berperan adalah para pemain-pemain besar dari luar,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan mengutip penegasan Presiden Jokowi, usai menghadiri dua Rapat Terbatas secara beruntun di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/6).

Rapat Terbatas ini membahas percepatan penyelesaian program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 Megawatt (MW) dan juga penerapan kebijakan subsidi listrik tahun 2016.

Menurut Seskab, dalam pengadaan listrik 35.000 MW itu, yang dibeli oleh PLN adalah  listriknya bukan pabrik listrik. Dalam hal ini, PLN bertindak merepresentasi dari Badan Usaha Milik “Jadi yang dibeli oleh PLN adalah KWh-nya,” tegasnya.

PLN sendiri, lanjut Seskab, diminta untuk konsentrasi membangun pembangkit 10.000 MW ataupun 25.000 MW. “Karena ada penugasan juga kepada PLN untuk menyelesaikan transmisi dalam 5 tahun sepanjang 46.000 kilometer,” terangnya.

Rapat terbatas juga meminta kepada regulator (Menteri ESDM), Menteri BUMN, dan PLN, untuk menggalakkan mikrohidro  atau juga power hidro. Hal ini akan memberikan kesempatan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. “Terutama di daerah-daerah yang memungkinkan potensi power hydro atau mikrohironya bisa dikembangkan,” sambung Pramono.

Adapun mengenai subsidi listrik, menurut Seskab,  Presiden memberikan tugas kepada Menko Perkonomian dan Menteri ESDM untuk melakukan pengakajian ataupun menghitung secara hati-hati dan cermat. “Apabila itu sudah selesai, berkaitan dengan subsidi ini segera dilaporkan kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk segera diputuskan,” ujarnya.