Presiden: Jika Ada Oknum Aparat Pungli, Sikat Semuanya

70
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menerima pengemudi truk di Istana Negara, Selasa (8/5).

JAKARTA-Presiden Joko Widodo tidak akan memberi toleransi bagi aparatur Negara yang melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengemudi truck. Jika ada oknum aparat yang terlibat maka harus disikat semuanya.

“Ya saya itu kan dapat suara-suara sehingga saya ingin mengonfirmasi langsung apakah suara-suara yang saya dengar itu betul, ya, 100 persen benar seperti tadi disampaikan oleh para pengemudi, para supir truk. Benar. Sudah,” tutur Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai menerima pengemudi truk di Istana Negara, Selasa (8/5).

Presiden menyampaikan telah memerintahkan langsung ke Kapolri dan Wakapolri untuk menangani premanisme maupun pungli oleh aparat. Karenanya, dia berharap agar instruksinya segera ditindaklanjuti.

“Pungli itu meresahkan, menyebabkan ketidaknyamanan. Juga membuat biaya yang tinggi dalam transportasi kita. Ada cost-cost tambahan yang seharusnya tidak dan itu dirasakan oleh para supir truk, bukan mengganggu, sangat mengganggu sekali,” tambah Kepala Negara.

“Kalau ada oknum aparat yang terlibat pungli kepada pengemudi, langsung dipecat. Ya, disikat semuanya,” tegas Presiden.

Untuk masalah premanisme, Presiden menyampaikan bahwa secara teknis diselesaikan oleh Kepolisian. Sedangkan mengenai logistik dan tonase, Presiden menyampaikan bahwa hal itu dapat ditanyakan kepada Menteri Perhubungan.

“Saya kira ada sudah aturan semuanya. Ya mungkin perlu sosialisasi agar para supir mengerti mana yang boleh, mana yang enggak boleh,” kata Presiden.

Saat ditanya apakah akan ada siber pungli khusus untuk para pengemudi, Presiden menjawab bahwa jika masih banyak terjadi dan telah dikonfirmasi kebenarannya maka hal itu harus dibersihkan.