Presiden Jokowi Serius Bangun Bumi Benuata

Presiden Jokowi Serius Bangun Bumi Benuata

0
BERBAGI

TARAKAN-Pada awal 2015 Presiden Jokowi blusukan untuk melihat secara langsung kondisi daerah dan kehidupan masyarakat di Bumi Benuata, sebutan lain dari Kalimantan Utara.

Usai blusukan Presiden Jokowi melalui Kementerian Perhubungan yang dinakhodai Ignatius Jonan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 505 miliar yang bersumber dari APBN. Anggaran tersebut untuk membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur transportasi, baik udara, laut maupun darat di Propinsi Kalimantan Utara.

Anggaran Rp. 505 miliar itu dialokasikan untuk Perhubungan Darat Rp 14 miliar, Perhubungan Laut Rp 168 miliar, dan Perhubungan Udara Rp 322 miliar. Pengembangan bandara Juwata Tarakan mendapat porsi yang lebih, yaitu sebesar Rp 120 miliar yang digunakan untuk peningkatan infrastruktur bandara.

Pengembangan Bandara Juwata ini dilakukan karena Tarakan merupakan kota yang menjadi pintu gerbang domestik untuk menuju Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung dalam cakupan wilayah Provinsi Kalimantan Utara, serta propinsi lainnya.

Apalagi Tarakan adalah kota yang dekat dengan kawasan perbatasan yang menghubungkan dengan Malaysia yang kerapkali mengganggu kedaulatan NKRI. Misalnya baru-baru ini ada tiga desa di Kecamatan Lumbis Ongong Kabupaten Nunukan yang diklaim Malaysia, yaitu: desa Sumantipal, Sinapad, dan Kinokod, dengan luas wilayah 54.000 ha.

Hari ini tanggal 23 Maret 2016 Presiden Jokowi meresmikan Bandara Juwata menjadi Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan. Tahun 2000 Bandara Juwata ini mempunyai landasan pacu 1.800 m dan ditetapkan sebagai bandara domestik dengan arus penumpang rata-rata 1.400 penumpang yang terus meningkat dengan pertumbuhan 13,8 persen per tahun.

Pertumbuhan itu membuat bandara tidak memadai lagi untuk menampung lebih banyak penumpang sehingga kemudian dibangun Terminal Baru yang lebih representatif sekaligus perpanjangan runway menjadi 2.250 M.

Bandara Juwata Tarakan ini menjadi bandara yang akan menghubungkan penerbangan domestik sekaligus menjadi bandara di utara Indonesia yang menghubungkan dengan Filipina, Brunei, Malaysia, dan negara-negara lainnya. “Karena itu, dengan tegas ke depan Bandara Juwata akan diperpanjang lagi landas pacunya (runway) menjadi 2.500,” tutur Presiden Jokowi.

Menteri Perhubungan Ignatius Jonan melaporkan kepada Presiden Jokowi saat peresmian, bahwa Bandara Juwata diproyeksikan menjadi bandara transit internasional di Indonesia. Jonan mengatakan, dengan mempertimbangkan berbagai potensi yang ada, ia yakin bandara Juwata Tarakan ini bisa menjadi bandara transit internasional di Indonesia. Jadi nanti bisa ada rute Jakarta-Tarakan-Hongkong atau Jakarta-Tarakan-Manila atau Jakarta-Tarakan-Bandar Seri Begawan, tuturnya. *Penulis Burhanuddin Saputu.