Presiden: Pedagang Itu Kalau Didatangi Pembeli ‘Ngguyu’

Presiden: Pedagang Itu Kalau Didatangi Pembeli ‘Ngguyu’

0
BERBAGI
Presiden Jokowi Meresmikan Pasar Krendetan, di Purworejo, Jawa Tengah

JAWA TENGAH-Setelah meresmikan Pasar Manis di Purwokerto dan Pasar Giwangretno di Kebumen,  Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meresmikan Pasar Krendetan, Purworejo, Jawa Tengah.

Dalam pidatonya,  Presiden meminta para pedagang untuk menjaga kebersihan pasar. “Nomor satu, jangan ada sampah, (nomor) satu. Selain itu, dijaga agar pasar ini tidak bau dan tidak becek. Tiap pagi nyapu-nyapu, resik-resik pasar kita sendiri,” pesan Presiden.

Kepala Negara juga berdialog dengan para pedagang yang ada dilokasi pasar.  “Pasar ini sudah dibangun, menurut panjenegan sae nopo sae?” “Sae!” jawab serentak para pedagang.

Selain soal kebersihan, Presiden juga berpesan kepada pedagang agar melayani pembeli dengan baik. “Pedagang itu kalau didatangi pembeli ngguyu (tersenyum), jangan sampai didatangi pembeli malah mrengut,” tuturnya.

Presiden yakin pasar tradisional bisa bersaing dengan mall jika dilakukan penataan dagangan dengan baik. “Dagangannya ditata yang baik, jangan kalah dengan mall, dengan super market,” ujar Presiden.

Untuk menunjang penataan, Presiden sudah menginstruksikan dinas terkait untuk memberi pelatihan penataan dagangan. “Bu Dinas, tolong masalah penataan, pedagang di-training sehingga yang jualan laku,” kata Presiden.

Presiden juga meminta kepada Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk melengkapi fasilitas yang ada di Pasar Krendetan. “Menurut saya masih ada yang kurang-kurang, misalnya meja untuk pedagang. Tadi sudah saya sampaikan kepada Pak Menteri (Perdagangan) dilengkapi sekalian meja-mejanya biar bagus,” kata Presiden Jokowi.

Sebagai tanda telah diresmikannya Pasar Krendetan ini  Presiden menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian.

Pasar Krendetan berdiri di lahan seluas 2.680 m2 dengan luas bangunan 5.019 m2 serta omzet ditaksir mencapai Rp1 milyar per bulan.  Anggaran biaya pembangunan pasar ini diperkirakan sebesar Rp6 milyar dan mampu menampung 285 pedagang.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.