Presiden: Tak Pantas, Cari Rejeki di Indonesia, Lalu Uangnya Simpan di Luar Negeri

25

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menegaskan sangat tidak pantas jika uang yang diperoleh dari usaha di Indonesia ditempatkan di luar negeri. Meski pun secara bisnis sah-sah saja apabila pengusaha menyimpan uang di negara manapun. “Kita hidup dan makan di Indonesia, kita bertempat tinggal di Indonesia. Kita juga dengan kemudahan pemerintah mencari rejeki di Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak, di Hotel Santika, Medan, Sumatera Utara, Kamis (21/7).

Karena itu, tegas Presiden, kalau ada uang yang diperoleh dari hasil bisnis didalam negeri ditempatkan di luar negeri tidak pantas sebetulnya. “Gapapa sebetulnya dalam bisnis biasa tetapi dalam saat ini negara membutuhkan partisipasi dari saudara semuanya, sehingga kita carikan payung hukumnya,” terangnya.

Presiden mengatakan, semua negara saat ini bersaing untuk mendatangkan arus uang masuk. Padahal pemilik uang itu pengusaha nasional. “Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Ada yang ditaruh di bawah bantal. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yg ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya,” tuturnya.

Kepala Negara meminta pemilik uang yang menyimpan uangnya di luar negeri agar segera dibawa pulang ke tanah air. Pemilik uang ini tidak usah khawatir karena payung hukumnya sudah jelas dalam bentuk  Undang-Undang (UU)Pengampunan Pajak.

Karena itu itu, Presiden mengajak para pengusaha memanfaatkan payung hukum yang sangat kuat ini dengan  sebaik baiknya.
Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada 9 anggota Komisi Xl yang hadir dalam sosialisasi itu. “Beliau-beliau inilah yang memberikan persetujuan dengan sangat cepat menyelesaikan UU Tax Amnesty ini, patut dihargai, karena kita berkejar kejaran bersaing dengan negara yang lain. Begitu momentumnya hilang udah enggak tahu akan kapan lagi kita bisa menarik uang itu. Kesempatannya sekarang, momentumnya sekarang,” tutur Jokowi.