RI Harus Manfaatkan Potensi Domestik

47

JAKARTA-Pemerintah harus lebih fokus memanfaatkan 70 persen potensi domestik sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Langkah ini sangat penting agar imbas krisis ekonomi global tidak akan mampu untuk masuk ke dalam sistem perekonomian nasional. “Selama ini, kegiatan perekonomian kita yang tergantung pada ekonomi global hanya sebesar 30 persen. Jadi, pemerintah diharapkan fokus untuk memanfaatkan 70 persen potensi yang ada di dalam negeri,” kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance ¬†(INDEF) ¬†Enny Sri Hartati di Gedung DPR Jakarta, Rabu (4/9).

Menurut Enny, potensi yang bisa dimanfaatkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas ada pada sektor pertanian dan industri. “Pertumbuhan ekonomi kita di kisaran 6 persen, memang selalu dibanggakan. Tetapi, pertumbuhan ini tidak berkualitas, karena lebih banyak didorong oleh konsumsi rumah tangga,” ujarnya.

Padahal, jelas dia, sebagian besar produk konsumsi di Indonesia didatangkan dari luar negeri. Sehingga, kata Enny, kenaikan inflasi yang lebih banyak didorong oleh komponen volatile foods akan memberikan efek domino terhadap kenaikan berbagai harga barang. “Pertumbuhan ekonomi kita yang 6 persen lebih banyak tumbuh di sektor tradable,” imbuhnya.

Dengan demikian, terang Enny, Indonesia tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri, sehingga upaya pemenuhannya selalu diputuskan melalui impor barang konsumsi. “Sekarang yang harus dilakukan, mendorong kegiatan produksi di sektor pertanian dan industri,” ucapnya.