Semen Indonesia Resmikan Packing Plant dengan Investasi Rp120 M

62

BANJARMASIN-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meresmikan Packing Plant di Banjarmasin Kalimantan Selatan dengan kapasitas 600 ribu ton pertahun. Investasi yang dikucurkan perseroan untuk proyek ini mencapaiRp 120 miliar. Packing Plant yang mulai dibangun pada November 2012 memiliki 1 buah silo penyimpanan semen, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT.

Direktur Engineering & Project Semen Indonesia Suharto mengatakan peresmian Packing Plant akan semakin memperkuat posisi Semen Indonesia di industri semen nasional di mana saat ini menguasai market share sekitar 44 persen. Packing Plant Banjarmasin ini juga akan semakin memperkuat eksistensi dan ekspansi bisnis perseroan di Kalimantan, sehingga dapat menggaransi ketersediaan pasokan. Ini adalah bagian dari strategi perseroan agar bisa semakin dekat dengan konsumen,”.

Pada awal 2014 yaitu bulan Januari pasar semen di Kalimantan berkembang menggembirakan. Penjualan semen di Kalimantan mencapai 374,56 ribu ton, meningkat 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2013 sebesar 349,56 ribu ton. Pertumbuhan penjualan tersebut tercatat lebih tinggi di banding pertumbuhan semen di beberapa daerah lainnya di Indonesia, Sumatera tercatat tumbuh minus 1,0 persen, Nusa Tenggara tumbuh minus 5,2 persen dan Maluku & Irian Jaya tumbuh minus 19,1 persen.

Sedangkan secara Nasional selama tahun 2013, penjualan semen di Kalimantan mencapai 4,39 juta ton, meningkat sebesar 7,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar 4,01 juta ton.

Sepanjang 2013, Semen Indonesia berhasil membukukan pendapatan Rp24,5 triliun, tumbuh 25% dibanding tahun sebelumnya (Rp19,5 triliun). Total volume penjualan 27,81 juta ton, meningkat 27% dibanding 2012 (21,9 juta ton). Sementara volume penjualan semen domestik tercatat 25,4 juta ton atau meningkat 13,2%, jauh melampui kinerja industri dalam negeri yang tumbuh sebesar 5,5%. Dengan demikian pangsa pasar Perseroan meningkat menjadi 44% dibanding tahun 2012 yang tercatat sebesar 41%, sekaligus memperkokoh posisi Perseroan sebagai market leader di industri semen nasional.

Kinerja Perseroan lainnya seperti EBITDA mencapai Rp8,1 triliun atau meningkat 17,9% dibanding 2012 (Rp6,8 triliun). EBITDA margin dapat dipertahankan di kisaran 33% dan net margin sebesar 22%. Hal ini menunjukkan konsistensi Perseroan dalam menciptakan profitabilitas yang optimal di tengah semakin ketatnya kompetisi dan kenaikan beban usaha.

Hingga saat ini Semen Indonesia telah memiliki 3 lokasi pabrik di Indonesia yang letaknya secara geografis sangat strategis yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki 1 lokasi pabrik di luar negeri yaitu Thang Long Cement di Vietnam, Perseroan memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 23 unit serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port) semen yang dimiliki perseroan. Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada 11 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi,Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.