SKK Migas Ajak AS dan Jepang Investasi Industri Migas

28

JAKARTA-Pemerintah Indonesia menggandeng Amerika Serikat (AS) dan Jepang terkait pengembangan bisnis LNG atau gas alam cair. Hal ini berkaitan dengan persoalan ketahanan energi nasional masing-masing negara. “Ada banyak kemungkinan kerja sama dalam forum pertemuan tiga negara kali ini, diantaranya pengembangan teknologi, dan perdagangan ekspor-impor LNG,” kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam pembukaan forum pertemuan tiga negara di Jakarta, Selasa, (5/3/2019).

Lebih jauh Dwi menjelaskan potensi pasar Indonesia untuk LNG masih terbuka lebar, sehingga banyak peluang bisnis yang akan digarap jika berinvestasi di Indonesia. Indonesia memiliki tiga hal fokus utama terkait LNG, pertama akan mengembangkan sumber daya alam yang ada, dalam hal ini eksplorasi akan lebih ditingkatkan.

Kedua adalah mengenai pasokan LNG, dengan mengembangkan infrastruktur LNG yang ada maka peningkatan produksi hal pasti yang akan ditingkatkan targetnya. Ketiga adalah manajemen ekonomi berbasis LNG yang akan dikelola lebih baik, konteks manajemen ekonomi tentunya mengefisiensikan kebijakan yang diharapkan dapat lebih mudah serta menarik bagi investor.

Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Heather Variava mengatakan bahwa AS memiliki cadangan LNG yang besar serta mampu mengembangkan teknologi produksi LNG. “Kami memiliki pengalaman dalam pengolahan LNG, serta pengembangan teknologi yang saya kira cukup mumpuni, ke depan dengan Indonesia hal seperti ini akan bisa menjadi kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Heather.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Keiichi Ono menyebutkan bahwa Jepang menjadi pelanggan LNG Indonesia sejak lama. Kerja sama perdagangan LNG antara Jepang dan Indonesia menurutnya perlu untuk ditingkatkan mengingat ketersediaan LNG dunia semakin berkurang.

Ke depan, ketiga negara tersebut berharap dapat merealisasikan kerja sama bisnis LNG dengan lebih intensif memadukan kemampuan masing-masing-masing negara dalam pemenuhan energi. ***