Transkrip Orasi Gus Dur Dalam Kampanye Akbar Ahok-Eko

173

JAKARTA-Tokoh bangsa yang juga Presiden RI kelima, Abdurrahman Wahid merupakan salah satu tokoh yang mendorong Basuki Tjahaja Purnama untuk menjadi pemimpin nasional.

Saat kaum minoritas sulit menjadi Gubernur, Gus Dur justru mengatakan sebaliknya bahkan Ahok bisa menjadi Presiden.

Menurut istri Almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid, ada dua alasan kenapa Gus Dur mendukung Ahok. Pertama, Gus Dur tertarik dengan keberanian Ahok, seorang minoritas yang tampil berani untuk merebut posisi kelompok yang sudah dominan. Hal ini merupakan pembelajaran untuk menegakkan konstitusi dan prinsip kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, Ahok memiliki kepribadian sebagai seorang pemimpin yang patut dicontoh. Menurut Gus Dur, Ahok adalah sosok yang bersih, jujur dan terbuka.

Dukungan Gus Dur terhadap Ahok merupakan sikap konsistensinya dalam membela minoritas. Gus Dur mendukung ahok agar terus berjuang sebagai politisi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi negeri ini. Demi menggapai cita-cita bangsa dan nilai-nilai keindonesiaan, harmoni antar elemen bangsa merupakan barang mahal yang harus dijaga tanpa berlaku diskriminatif terhadap minoritas.

Gus Dur menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus siap menjadi bangsa yang besar dengan memberi ruang pada minoritas.

Inilah Transkrip Orasi Gus Dur Dalam Kampanye Akbar Calon Gubernur Ir Basuki Tjahaja Purnama MM alias Ahok dan Calon Wakil Gubernur Dr. Ir. Eko Cahyono, M.Eng. dalam Pilgub Bangka Belitung di Lapangan Taman Sari, Sungai Liat, 17 Februari 2007:

“Alhamdulillah, saya baru dapat cerita. Katanya, ada yang pidato: tidak boleh memilih orang Tionghoa jadi gubernur. Itu salah! Salah!

Kenapa? Karena kita milih gubernur. Milih gubernur tidak ada urusan dengan agama dan ras. Setuju?

Kenapa tidak ada urusan dengan agama? Sebab, gubernur itu ngurus pemerintahan.

Jadi, kalau ada orang yang ngomong: gak boleh pilih orang Tionghoa, itu orang bodoh! Orang itu mau bikin bodoh semua.

Ada juga yang bilang, bahwa memilih seorang Tionghoa artinya meninggalkan agama kita. Itu pembicaraan orang tolol! Ini rakyat semua ngerti. Masa ada yang pura-pura gak tahu.

Jadi, gak ada urusan agama dan ras dengan soal gubernur. Kita pilih gubernur: orang yang pantas jadi gubernur.

Ada yang bilang kecewa dengan Gus Dur. Sebab sebagai orang muslim, Gus Dur koq dekat sekali dengan orang Kristen, dekat sekali dengan orang Yahudi. Tidak mau dekat dengan orang-orang muslim.

Quran mengatakan: kita gak boleh dekat dengan orang kafir. Kafir itu bukan orang Kristen dan bukan orang Yahudi.

Kenapa? Yang dinamakan kafir oleh Al-Quran Nul Karim adalah orang-orang yang tidak ber-Tuhan ya.

Lah iya. Jadi, karena itu: mantap saja nyoblos Ahok!

(Video berisi orasi Gus Dur tersebut dipertontonkan secara utuh di dalam persidangan Ahok, Selasa, 4 April 2017)