Tujuan Ilmu Pengetahuan Meningkatkan Kualitas Hidup dan Ekonomi

26
Unika Atma Jaya menjadi salah satu dari 11 universitas yang bekesempatan mengadakan kuliah umum bersama Prof. Paul Nurse pada Selasa (12/3) di Jakarta. Tampak pada foto (ki-ka) Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S., Dekan Fakultas Kedokteran dan Farmasi Unika Atma Jaya; Prof. Paul Nurse, penerima hadiah Nobel bidang fisiologi dan kesehatan 2001; dan Dr. Agustinus Prasetyantoko, Rektor Unika Atma Jaya.

JAKARTA-Masyarakat umum dan dunia pendidikan harus memahami bahwa melalui ilmu pengetahuan tidak saja memecahkan masalah yang dihadapi untuk meningkatkan budaya dan peradaban sekaligus kualitas hidup dalam artian mempromosikan perdamaian internasional.

Seperti halnya siklus kehidupan manusia, ilmu pun akan terus mengalami revolusi sehingga manusia harus siap dengan segala perubahan tersebut. Kenyataan tersebut menjadikan ilmu pengetahuan adalah aset terbesar kehidupan manusia.

Pendapat tersebut menjadi pesan utama kuliah umum Prof. Paul Nurse, penerima hadiah Nobel di bidang Fisiologi/ Kedokteran pada 2001 untuk penemuannya tentang regulasi siklus sel yang menjadi pintu bagi dunia pengetahuan memahami kanker.

Prof. Paul Nurse membawakan kuliah umum berjudul “Building a New Enlightment Towards a Scientific-based Civilization” dalam seri kegiatan “Bridges” di Indonesia yang digelar Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya.

Unika Atma Jaya terpilih sebagai salah satu dari 11 mitra universitas lokal dari International Peace Foundation sebagai penyelenggara kegiatan ini. Sebelumnya kegiatan ini sukses dilaksanakan di Thailand, Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam dan Singapura.

Rektor UNIKA Atma Jaya Dr. Agustinus Prasetyantoko menuturkan kegiatan ilmiah dengan menghadirkan pembicara setaraf Nobel merupakan salah satu usaha Unika Atma Jaya, membangun inspirasi bangsa menuju taraf dunia.

Inspirasi ini penting karena akan memberikan semangat pada generasi milenial dan peneliti muda, para akademisi untuk selalu berpikir kreatif dalam mencari solusi berbagai permasalahan di masyarakat.

“Kegiatan Bridges dengan menghadirkan peraih Nobel menjadikan kampus Unika Atma Jaya menghasilkan para peneliti dan pemikir besar yang mampu berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah bangsa dan membangun Indonesia menuju bangsa yang maju dan mampu bersaing di tingkat global,” tuturnya, Jumat (12/3) dalam pada konferensi Pers di Gedung Yustinus lt 15 UNIKA Atma Jaya.

Tujuan diadakannya kegiatan ini, lanjutnya adalah membangun jembatan melalui penerima hadiah Nobel dengan universitas lokal dan institusi lainnya di Asia Tenggara untuk menciptakan hubungan jangka panjang yang menghasilkan program riset bersama dan berbagai bentuk kerjasama lainnya.

Dr. Yuda Turana, Dekan Fakultas Kedokteran dan Farmasi Unika Atma Jaya menuturkan kuliah umum Sir. Paul Nurse merupakan puncak dari serangkaian kegiatan akademik berbentuk diskusi “Road to Nobel Lecture”, dengan beragam topik di bidang kedokteran, ilmu kesehatan, dan teknobiologi.

Kegiatan bulanan yang mulai diadakan sejak Juni 2018, termasuk kegiatan edukasi online di Unika Atma Jaya sesuai dengan rencana strategis UNIKA Atma Jaya dalam pengembangan digital dan internasionalisasi.

Terpilihnya Unika Atma Jaya sebagai penyelenggara kuliah umum/ seminar dari Prof. Paul Nurse merupakan suatu kehormatan besar dan berdampak positif pada eksistensi Unika Atma Jaya, terutama Fakultas Kedokteran dan ilmu farmasi serta Fakultas Teknobiologi, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kehadiran Prof Paul Nurse menunjukkan kepercayaan internasional terhadap institusi ini dalam hal pengembangan kerjasama penelitian, pendidikan dan kegiatan lainnya dalam menghadapi tantangan global.

Prof. Paul Nurse adalah penerima hadiah Nobel di bidang Fisiologi/ Kedokteran pada 2001 untuk penemuannya tentang regulasi siklus sel. Pada 1987, dia berhasil mengisolasi gen cyclin-dependent kinase 1 (cdk1), yang mengkode protein cyclin-dependent kinases (CDK) yang berperan penting dalam keberlangsungan fungsi sel manusia.