Uskup Agung Semarang Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Kepada Seluruh Umat Islam

185
Ketua Kom HAK Keuskupan Agung Semarang Romo Aloys Budi Purnomo Pr

SEMARANG-Keuskupan Agung Semarang menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah/2017 Masehi kepada Para Ulama, Pemimpin dan Seluruh Umat Islam di Indonesia.

“Seiring dengan berakhirnya Ibadah Puasa Umat Islam di Bulan Suci Ramadhan dan datangnya kemenangan di Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah; atas nama Bapak Uskup Agung Semarang yang baru, Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko, Kuria, Umat dan Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang (KAS); saya sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (Kom HAK) KAS mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah,” ujar Ketua Kom HAK Keuskupan Agung Semarang Romo Aloys Budi Purnomo Pr dalam keterangan tertulisnya Kamis (22/6).

Menurutnya, hari Pertama Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah bertepatan dengan Hari Jadi Ulang Tahun Keuskupan Agung Semarang ke-77, 25 Juni 2017. “Semoga Ibadah Puasa selama Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri ini membawa berkah bagi masyarakat warga dan bangsa Indonesia pada khususnya, dan masyarakat dunia pada umumnya,” harapnya.

Romo Budi lalu mengutip pesan yang disampaikan Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama sebagaimana disampaikan Jean-Louis Kardinal Tauran (Ketua) dan Uskup Miguel Angel Ayusi Guixot (Sekretaris) yang disampaikan di Vatikan, tertanggal 19 Mei 2017.

Dalam pesannya, Jean-Louis Kardinal Tauran meminta  Umat Kristiani dan Umat Islam Merawat Rumah Kita Bersama.  “Pada tahun ini, Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama menawarkan sebuah tema yang berkaitan dengan Surat Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si’ (LS) – tentang Perawatan Rumah Kita Bersama, yang ditujukan tidak hanya untuk umat Katolik dan umat Kristen, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

Paus Fransiskus menarik perhatian pada bahaya yang sedang disebabkan oleh gaya hidup dan keputusan manusia terhadap lingkungan, terhadap diri dan sesama. “Dunia adalah ‘rumah bersama’, tempat tinggal bagi seluruh anggota keluarga manusia. Oleh karena itu, tak ada orang, negara atau bangsa yang dapat memaksakan secara eksklusif pemahaman mereka akan planet kita,” tegassnya.

Selanjutnya, “Paus Fransiskus menyerukan dialog baru tentang bagaimana kita membentuk masa depan planet kita, karena tantangan lingkungan yang kita alami, dan akar manusianya, menyangkut dan menjadi keprihatinan kita semua” (LS 14).

Paus Fransiskus juga menyatakan bahwa “krisis ekologi juga merupakan panggilan untuk pertobatan batin yang mendalam” (LS 217).

Harapan

Dalam situasi itu, dibutuhkan “pendidikan, keterbukaan rohani dan pertobatan ekologis yang mendunia untuk mengatasi tantangan ini secara memadai. Sebagai orang-orang percaya, hubungan manusia dengan Allah seharusnya semakin diperlihatkan dengan cara berhubungan dengan dunia di sekitar. “Panggilan kita untuk menjadi para penjaga hasil karya Allah tidak bersifat manasuka, juga tidak menyinggung komitmen rohani kita sebagai umat Kristen dan umat Muslim. Ini adalah bagian yang terpenting daripadanya,” terangnya.

Sebagaimana disampaikan oleh Jean-Louis Kardinal Tauran, “semoga wawasan dan berkat rohani yang mengalir dari puasa, doa dan karya-karya yang baik mendukung Umat Islam, dengan pertolongan Allah, di jalan kedamaian dan kebaikan, merawat seluruh anggota keluarga manusia dan seluruh ciptaan. Kita juga mengharapkan ketenangan, sukacita dan kesejahteraan.”

Dalam sejarah hubungan antara Gereja Katolik dan Umat Islam di seluruh dunia, ucapan selamat seperti ini pada tahun 2017 memasuki usia emas. Lima puluh tahun lalu, Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama yang dibentuk oleh Paus Paulus VI untuk pertama kali mengirimkan pesan dan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri secara resmi dan tertulis.

Selanjutnya, para Paus sesudah Paus Paulus VI terus dan tetap mempertahankan tradisi yang baik ini hingga hari ini. Bahkan Paus Yohanes Paulus II dan Paus Fransiskus menulis pesan dari tangannya dan langsung ditandatangani sendiri, masing-masing berjudul “Jalan Kaum Beriman Adalah Jalan Damai” (1991) dan “Memajukan Penghormatan Timbal Balik Melalui Pendidikan” (2013). “Mensyukuri lima puluh tahun Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang dilakukan Gereja Katolik kepada Umat Islam di seluruh dunia secara resmi dan tertulis,” ujarnya.

Secara khusus di Indonesia, sejarah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bahkan dilakukan secara langsung dalam silaturahim penuh persaudaraan dan kerukunan, tak hanya di kalangan para pemimpin melainkan juga di tingkat akar rumput.

“Mari kita jadikan Tanah Air Indonesia, Negeri dan Bangsa kita, sebagai “rumah kita bersama”, tempat tinggal bagi seluruh anggota keluarga warga bangsa dalam mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, rukun, bermartabat dan kian teguh beriman, apa pun agamanya,” jelasnya.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga segala kesalahan kita dilebur pada Hari Raya ini dan kita mampu merajut kehidupan baru yang damai,” pungkasnya.