Verifikasi Faktual, Partai Demokrat Sambangi Kediaman Bang Teguh

36

JAKARTA-Usai mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur DKI Jakarta ke Partai Demokrat 22 April 2016 lalu di DPD Partai Demokrat di Jalan Pemuda, Rawamangun Jakarta, kali ini giliran Tim Penjaringan Partai Demokrat yang menyambangi kediaman Teguh Santosa, di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Ketua Bidang Verifikasi Tim Penjaringan Partai Demokrat Jakarta, Lazarus Simon Ishaq memimpin langsung rombongan Partai Demokrat untuk melakukan verifikasi faktual di kediaman Bang Teguh -sapaan karib Teguh Santosa-. Tim ini melakukan verifikasi administrasi secara faktual, yang merupakan salah satu prosedur yang ditetapkan oleh Partai Demokrat bagi bakal calon Gubernur yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran.

Lazarus menjelaskan, tim verifikasi yang dipimpinnya mengecek langsung kebenaran data yang telah diisi oleh bakal calon Gubernur, mulai dari alamat rumah, tempat bekerja, posko, berkas-berkas riwayat hidup dan juga melakukan pengecekan terhadap lingkungan sekitar kediaman bacagub DKI Jakarta. “Kita juga tanya tetangga, kenal gak sama Pak Teguh, bagaimana keseharian Pak Teguh di lingkungan sini,” jelas Lazarus.

Ia membeberkan, DPP Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada DPD Demokrat Jakarta untuk melakukan seluruh mekanisme penjaringan. Hal ini dilakukan agar nantinya output yang muncul adalah calon yang kredibel untuk mewakili Partai Demokrat di Pilkada DKI.

Pada akhirnya, Lazarus mengatakan, keputusan final mengenai siapa calon yang pantas diusung Partai Demokrat diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai Demokrat.  teguh

Mekanisme selanjutnya adalah, setelah Bang Teguh lolos verifikasi faktual, akan mengikuti tahap interview oleh 12 panelis yang akan menguji para bakal calon yang telah lolos tahap verifikasi.
Para bakal calon, termasuk Bang Teguh akan diuji pemahamannya tentang tata kota yang baik, tentang tata kelola pemerintahan dan banyak aspek lainnya. ” Kami Demokrat mencoba untuk menjaring calon-calon yang kredibel pada akhirnya yang akan kami sajikan kepada DPP. Domain kami hanya sebatas interview,  kami menyajikan kandidat selebihnya keputusan DPP melalui Majelis Tinggi yang akan memilih yaitu SBY,” jelas Lazarus.

Diketahui,  Majelis Tinggi Partai Demokrat terdiri dari 14 anggota yang diketuai oleh SBY.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bang Teguh usai rumahnya disambangi oleh tim verifikasi dari DPD Demokrat Jakarta mengungkapkan sangat menghargai prosedur yang diterapkan oleh Partai Demokrat untuk melakukan verifikasi faktual di kediamannya. Apalagi verifikasi dilakukan dengan sangat terbuka. Ia mengaku apabila pada akhirnya Partai besutan SBY ini mengambil kebijakan yang berbeda dengan kehendak dirinya, maka ia akan legowo, karena menurutnya Partai Politik memang biasanya punya strategi tersendiri.
“Kalau misalnya SBY mengusung orang yang tidak ikut penjaringan, itu tidak masalah. Namun saya ini percaya pada partai politik walaupun saya bukan orang partai karena profesi melarang kita menjadi bagian dari partai politik,” tegas Bang Teguh yang berlatar belakang pers dan akademisi ini.

Ia menekankan, dirinya sangat percaya pada partai politik sebagai elemen  penting demokrasi. Lantaran itu, dirinya merasa tidak nyaman dengan situasi partai politik dan parlemen dua tahun terakhir, yang terdeskreditkan secara berlebihan dan dianggap sebagai biang kerok demokrasi. ” Itu tidak dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan. Salah satu misi saya adalah mengembalikan demokrasi pada tempatnya bahwa proses kebijakan publik itu merupakan resultan dari pembicaraan antara eksekutif dan legislatif,” ujar master Politik dari Universitas Hawaii ini.

Kedepannya, Teguh membeberkan dirinya akan segera melakukan komunikasi dengan partai politik lain, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerindra, untuk segera mendaftar ke kedua partai tersebut. Dijadwalkan juga pada Rabu, 26 April 2016, Bang Teguh akan mengembalikan berkas ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).