Wamen ESDM ke Investor Migas: Jika Ada Masalah Sampaikan Ke Kami, Kita Selesaikan

44

JAKARTA-Pemilihan skema kotrak bagi hasil minyak dan gas bumi (migas) dengan sistem gross spit diyakini oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar sanggup mempercepat bisnis proses sektor hulu migas.

“Kita tidak punya pilihan lain. Gross Split ini menjadi pilihan kita karena ke depan tantangannya banyak. Terutama dalam hal untuk mempercepat bisnis proses mulai dari ekplorasi sampai eksploitas,i” jelas Arcandra setelah menyaksikan penandatanganan kontrak Wilayah Kerja (WK) Andaman I dan Andaman II di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (5/4).

Pemerintah berharap komitmen para kontraktor WK Andaman I dan Andaman II sebagai pengelola blok baru dengan skema gross split. “Atas nama Pemerintah, kami mengucapkan selamat kepada Mubadala Petroleum, Krisenergy dan Premier Oil. Ini adalah kontrak pertama menggunakan gross split pada blok baru. Kami berharap kalian akan komit terhadap ini. Kami, Pemerintah adalah partner kerja Anda,” tegas Arcandra.

Lebih lanjut, Arcandra menekankan keseriusan para pengelola untuk memproduksi migas ketimbang sekadar kebanggaan penandatangan kontrak.

“Hari ini bukan hanya memproduksi tanda tangan kertas, namun yang lebih penting adalah kita harus mendapatkan minyak atau gas dari yang ditandatangan hari ini,” katanya.