Bank Asing Kucurkan US$500 Juta ke Charoen Pokphand

Monday 21 Oct 2013, 12 : 26 pm
mitrakerja.com

JAKARTA-Perbankan asing mengucurkan pinjaman sekitar US$500 juta untuk  perusahaan pakan ternak PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).  Sedikitnya 20 bank asing ini sepakat menandatangani fasilitas pinjaman sindikasi. “Ini merupakan pinjaman sindikasi ketiga terbesar pasca 1998 Asian Financial Crisis yang diterima CPIN,” kata Corporate Secretary CPIN Hadijanto Kartika di Jakarta, Senin (21/10)

Menurut Hadijanto, pinjaman ini akan digunakan perseroan untuk menopang pertumbuhan bisnis di semua lini usaha dan membayar kembali (refinancing) semua outstanding pinjaman perbankan perusahaan.

Lebih jauh kata Hadijanto, asilitas pinjaman ini adalah unsecured basis artinya tidak ada aset perusahaan yang dijaminkan yang terdiri pinjaman dalam dolar AS dan Rupiah masing-masing US$ 130 juta dan Rp 2 triliun dan meliputi 2 skema.

Fasilitas pertama, amortizing term loan facility senilai US$ 130 juta dan Rp 800 miliar dengan jangka waktu pengembalian 5 tahun. Fasilitas kedua, revolving credit facility senilai US$ 190 juta dan Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu pengembalian 3 tahun dan mempunyai 2 tahun opsi perpanjangan dengan diskresi dari kreditur.

Hadijanto mengatakan, pinjaman sindikasi ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar dari kebutuhan pendanaan perusahaan dalam pertumbuhan usaha untuk 5 tahun ke depan.

Diakui Hadijanto, pinjaman sindikasi ini dikenakan bunga pinjaman baru yang lebih murah sehingga terdapat penghematan biaya bunga. “Pinjaman baru ini juga memperpanjang profil umur pinjaman perusahaan,” ujarnya

Fasilitas pinjaman sindikasi ini, Citi dan DBS dipercaya sebagai Coordinating Banks. Citi dan DBS bersama dengan ANZ dan SMCB juga berperan sebagai Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners dalam transaksi ini. Adapun, bank-bank pendukung sindikasi lainnya merupakan kombinasi dari bank lokal maupun asing.

Berikut ke-20 bank tersebut,  Citi DBS Bank Ltd/PT Bank DBS Indonesia,     PT Bank ANZ Indonesia, Sumitomo Mitsui Banking Corporation,  PT Bank International Indonesia Tbk (BII)/Maybank, Rabobank International, Aozora Asia Pasific Finance Limited, Emirates NBD PJSC, Singapore Branch, Land Bank of Taiwan, Singapore Branch, PT Bank Mizuho Indonesia, Bank of China Limited, Bank of Taiwan, Singapore Branch, CTBC Bank Co., Ltd., Singapore Branch, Mega International Commercial Bank Co., Ltd., Offshore Banking Branch, The Bank of East Asia, Limited, Singapore Branch, Chang Hwa Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch, Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd., Taiwan Cooperative Bank, Offshore Banking Branch. **cea

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

MPR Sarankan GBHN Dibuat Semacam Undang-Undang

JAKARTA-Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tinggi negara tidak bisa
Dr Anthony Budiawan

Perihal Kesaksian Menteri dan Menko Dalam Sidang MK (2)

Oleh: Anthony Budiawan Dalam kesaksiannya di Mahkamah Konstitusi (MK), 5