Blue Bird Kaji Kenaikkan BBM

republika.co.id

 JAKARTA- Rencana pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi menjadi pertimbangan bagi armada taksi Blue Bird. Namun demikian Blue Bird tidak akan serta merta menaikkan tariff. “Blue Bird masih akan menghitung berapa dampak dari kenaikan BBM,” kata Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni S. A. Purnomo,     di  Jakarta, Rabu (1/5).

Noni bilang, apabila harga BBM nanti diputuskan mengalami kenaikan maka secara otomotis harga spare parts dan gaji karyawan juga akan meningkat. Namun, Blue Bird belum dapat memperkirakan berapa persentase kenaikan tarif. Nantinya perusahaan yang berencana untuk IPO (Initial Public Offering) pada tahun 2013 ini akan mengajukan kenaikan tarif melalui organda. “Organda adalah pihak yang berhak untuk mengajukan tarif baru ke pemerintah,” tandasnya.

Diakui Noni, Blue Bird berencana menambah armada hingga 10.000 unit di kawasan Jadetabek (Jakarta Depok Tangerang Bekasi). Saat ini, di area Jadetabek armada taksi Blue Bird berjumlah hampir 16.000. Armada di area ini adalah armada terbesar yang dikerahkan perusahaan taksi premium tersebut setelah Surabaya dengan 2.000 armada dan Bali dengan 1.500 armada.

Sebelumnya, pemerintah batal menaikkan harga BBM bersubsidi bulan Mei ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pemerintah akan menaikkan harga jual BBM bersubsidi. Paling cepat, harga baru untuk premium dan solar subsidi akan berlaku pada Juni 2013 mendatang. Harga BBM akan naik setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 disetujui DPR. **can