Dijual Rp 7.400/kg, Bulog Gelontorkan 2 Ribu Ton Beras ke Pasar

JAKARTA-Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) 2 ribu ton beras untuk operasi pasar yang merupakan bagian dari rencana penyaluran sebesar 300 ribu ton. Beras ini dilepas ke pasaran dengan harga Rp 7.400/kg. “Menghadapi melonjaknya harga beras di sejumlah daerah, Perum Bulog menyampaikan kesiapannya untuk menyalurkan beras untuk rumah tangga miskin (raskin), dan melakukan Operasi Pasar tahun 2015 ini,” ujar  Dirut Perum Bulog Lenny Sugihat dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ) meninjau langsung penyaluran beras di   gudang Perum Bulog, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (26/2).

Selain di wilayah DKI Jakarta, penyaluran raskin dan operasi pasar juga akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. “Sejak Januari-Februari 2015 telah disalurkan raskin sebanyak 175 ribu ton, dan operasi pasar beras sebanyak 56 ribu ton. Saat ini, siap disalurkan 25 ribu ton raskin, dan 2 ribu ton beras untuk operasi pasar yang merupakan bagian dari rencana penyaluran sebesar 300 ribu ton,” kata Lenny.

Khusus DKI Jakarta dan sekitarnya, jelasnya siap disalurkan 1.600 ton dengan total 98 truk, dengan rincian 20 truk raskin untuk DKI Jakarta, 15 truk untuk Karawang dan Bekasi, 10 truk untuk Tangerang, 10 truk untuk Kabupaten Bogor, 50 truk untuk Kota Bogor, 5 truk untuk Kota Depok, 3 truk untuk Serang, dan 10 truk untuk kabupaten Lebak.

Selain itu, Perum Bulog juga menyiapkan 20 truk untuk operasi pasar di Jadetabek, yang akan melayani 58 titik pemukiman dan 12 pasar tradisional.

Dirut Perum Bulog itu mengemukakan, program penyaluran serentak raskin ini merupakan komitmen pemerintah untuk stabilisasi harga dan menjaga daya beli masyarakat. “Selain itu, juga ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran penerima raskin, melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan, khususnya beras,” terangnya.

Ia menyebutkan, raskin diberikan kepada 15.530.587 rumah tangga sasaran (RTS), dengan alokasi 15 kg/RTS/bulan, dengan nilai tebus sebesar Rp 1.600/kg.

Sedangkan program operasi pasar bertujuan untuk menyediakan beras bagi masyarakat berpendapatan rendah, dengan harga jual eceran tertinggi Rp 7.400/kg di Pulau Jawa, dan Rp 7.500/kg di luar Pulau Jawa.

Menurut Lenny, dalam pelaksanaan dua kegiatan ini, Perum Bulog bekerjasama dengan Pemda setempat dan Kodam Jaya khusus wilayah Jadetabek. “Kodam jaya telah mengirimkan 10 armada truknya,” pungkasnya.