Edu Manto: Kaum Muda Harus Jadi Agen Restorasi Indonesia

Wasekjen Partai Nasdem, Hermawi Taslim saat memberikan plakat Raymond Sihombing

JAKARTA-Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai Nasdem, Mayjend (Purn) I.G.K. Manila meminta agar seluruh peserta didik Akademi Bela Negara periode Juli-Oktober 2017 siap memberikan kontribusi membangun Indonesia dimasa depan sebagai bentuk Patriotisme dan Nasionalisme kaum muda.

Hal ini disampaikan Manila dalam sambutan Diskusi Kebangsaan yang bertema “Patriotisme dan Nasionalisme Kebangsaan : Potret Indonesia Hari Ini” yang diselenggarakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara Akademi Bela Negara Partai Nasdem pada Kamis (26/10).

Diskusi ini juga dihadiri oleh Wakil Sekjen Partai Nasdem, H.Taslim serta perwakilan pengurus dan jajaran Partai.

“Seluruh peserta Akademi Bela Negara harus mengutamakan semangat memajukan Bangsa Indonesia ditengah perkembangan dunia yang sangat cepat ini. Kita harus selalu mengisi pikiran dan hati,” pesan Manila dihadapan 500 intelektual muda yang hadir.

Menurutnya, inilah saatnya kaum muda meneladani semangat Bung Karno yang rela memberikan segalanya demi kemajuan tanah air Indonesia. Penyelenggara Diskusi ini mengundang Narasumber dari berbagai latar belakang termasuk Yenny Wahid, Yudi Latif dan tokoh nasional.

Senada dengan Manila, Eduardus Lemanto, mengajak kaum muda dalam konteks Sumpah Pemuda tahun ini untuk semakin tidak mudah terkotak-kotak dan diadu domba oleh isu SARA. “Kaum Muda harus menjadi agen perubahan, agen restorasi Indonesia dimasa sekarang dan dimasa depan Indonesia,” ujarnya dihadapan para peserta yang berasal dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Pengamat Hukum Internasional Respublica Political Institute (RPI) Raymond Sihombing menyatakan bahwa ke depannya, saat Indonesia akan mengalami bonus demografi, kaum mudalah yang harus berdiri paling depan membawa dan memajukan Indonesia seperti semangat yang telah dibuat dalam Sumpah Pemuda pada 1928.

Menurut Doktor Hukum Internasional Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa Moskow itu, kaum muda sekarang harus melek teknologi dan melek informasi.

Menutup pernyataannya, Raymond Sihombing mengutip kata-kata Bung Karno yang terkenal :“Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya… beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”