Ekspor Menguat, Dorong Perbaikan Neraca Perdagangan 2014

ilustrasi

JAKARTA-Memasuki akhir tahun 2014, kinerja ekspor terus menguat. Hingga Agustus 2014, kinerja ekspor mencapai USD 14,5 miliar, naik sebesar 2,5% dibanding bulan sebelumnya (MoM). Penguatan kinerja ekspor pada Agustus diperkirakan akan terus berlanjut mengarah ke pertumbuhan positif di akhir tahun ini.

“Penguatan tersebut mendorong perbaikan neraca perdagangan di tahun 2014. Optimisme perbaikan neraca perdagangan tahun ini ditunjukkan oleh pergerakan pertumbuhan ekspor yang mengarah positif, sementara impornya bergerak ke arah sebaliknya,” kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (2/9).

Dia menjelaskan, dibukanya keran ekspor sektor mineral dan tambang akan mendorong peningkatan ekspor di akhir tahun. Ekspor sektor pertambangan pada Agustus 2014 meningkat 9,4% dibanding bulan sebelumnya (MoM) menjadi USD 1,9 miliar.

Baca :  Gara-Gara Sampah Impor, Permendag 31/2009 Minta Dicabut

“Diterbitkannya izin ekspor mineral dan tambang menjadi stimulus bagi kinerja ekspor Indonesia pada Agustus 2014,” ujarnya.

Meskipun ekspor mengalami peningkatan, namun impor naik lebih tinggi sehingga neraca perdagangan pada Agustus 2014 mengalami defisit sebesar USD 318,1 juta. Hal yang menggembirakan, impor migas kita pada Agustus lalu mengalami penurunan signifikan sebesar 18,5%. Kondisi tersebut menyebabkan defisit perdagangan selama Januari-Agustus semakin menipis, menjadi USD 1,4 miliar, terdiri dari defisit migas USD 8,6 miliar dan surplus nonmigas USD 7,2 miliar.

Dia menjelaskan, negara mitra dagang yang menyumbang surplus nonmigas terbesar pada Agustus 2014 adalah India, Amerika Serikat (AS), Belanda, Filipina, dan Spanyol merupakan penyumbang surplus nonmigas terbesar selama Agustus 2014 yang jumlahnya mencapai USD 2,2 miliar.“Perdagangan dengan India dan AS menyumbang surplus nonmigas terbesar. Sementara RRT, Thailand, Jepang, Australia, dan Brasil menyebabkan defisit nonmigas terbesar yang jumlahnya mencapai USD 2,6 miliar,” ungkapnya.

Baca :  Industri Tekstil dan Alas Kaki Sumbang Devisa USD 19 Miliar

Kemendag mencatat nilai ekspor nonmigas mencapai USD 11,9 miliar, sementara ekspor migas mencapai USD 2,6 miliar. Peningkatan ekspor nonmigas dipicu oleh meningkatnya ekspor seluruh sektor. Meskipun hanya meningkat 0,4% (MoM), namun sektor industri masih mendominasi ekspor pada Agustus 2014 yakni mencapai 65,2% atau setara dengan USD 9,4 miliar.

Sementara ekspor sektor pertambangan naik sebesar 9,4%, menguat dibanding bulan sebelumnya yang naik hanya 0,5% dan ekspor pertanian naik sebesar 9,0%, sedangkan bulan sebelumnya turun 1,2%.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan, antara lain bijih, kerak, dan abu logam; alumunium; besi dan baja; serta tembaga dengan kenaikan masing-masing sebesar 2.387,8%; 152,1%; 69,3%; dan 31,5% (MoM). Mitra dagang tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang meningkat pada Agustus 2014 antara lain Saudi Arabia (tumbuh 93,9%, MoM), Mesir (71,0%, MoM), Malaysia (31,3%, MoM), dan Belanda (20,4%, MoM).

Baca :  Fiberglass Produk Indonesia Masuk Pasar AS