Eksportir Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2013 Capai 7%

SURABAYA-Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sampai dengan akhir tahun 2013 diprediksi bisa mencapai 7 persen. Pasalnya kinerja para eksportir bersama kabupaten/kota dan pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Memang pada triwulan III Tahun 2013 dibadingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012, ekonomi Jatim tumbuh sebesar 6,49 persen atau lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,62 persen,” ujar Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur, Rasiyo, usai Penyerahan Penghargaan Eksportir dan Pelaku Perdagangan Antar Pulau Berprestasi 2013 di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (19/12).

Menurut dia,  pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang cukup baik tersebut salah satunya merupakan hasil kerja keras para eksportir. Dengan kerja keras yang mempunyai kontribusi terhadap perenomian tersebut maka Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada para eksportir berprestasi. “Penghargaan tersebut merupakan upaya pemprov Jatim akan jalinan kerja sama yang cukup baik sesuai tugas pokok pungsinya,” jelasnya.

Rasiyo menjelaskan, kinerja Pemprov Jatim selama 2013 cukup baik untuk mendorong meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) Jatim 2012 mencapai Rp 1001,72 triliun, sedangkan pada triwulan III-2013 menembus Rp 841,37 triliun. Penggunaan perekonomian di Jatim terhadap konsumsi rumah tangga mencapai 66,68 persen, sementara konsumsi pemerintah 6,35 persen atau Rp 53,418 triliun merupakan APBD jika ditambah APBN Rp 93 triliun,” paparnya.

Rasiyo berharap, eksportir terlibat dalam pertumbuhan ekonomi Jatim, sehingga konsumsi pemerintah bisa berjalan baik. “Peran pihak ketiga sangat penting dalam pendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” ujarnya.

Untuk diketahui, struktur ekonomi Jatim masih didominasi oleh perdagangan hotel dan restoran, disusul industri pengolahan dan pertanian. Masing-masing mempunyai kontribusi 73,47 persen. 

Sampai dengan Nopember 2013 inflasi Jawa Timur 6,94 persen nsional 7,79 persen. Karena itu harus ada upaya untuk mendorong penurunan inflasi di Jawa Timur.